SUMENEP – Kebijakan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep yang menerapkan mekanisme kerjasama publikasi advertorial melalui sistem E-Katalog menuai kritik tajam dari Pimpinan Redaksi media Koranpublik.id yang terkesan tidak profesional.
Pimred media koranpublik.id Hairul Anwar, menyatakan bahwa pihaknya merasa ada tebang pilih dalam distribusi kerjasama publikasi melalui E-Katalog.
”Kami mempertanyakan bagaimana mekanisme penunjukan media untuk kerjasama advertorial. Jangan sampai ada kesan ‘pilih kasih’ atau hanya mengakomodir lingkaran tertentu saja, sementara media lain yang memiliki legalitas jelas justru dipersulit,” ujarnya.
Ia mendesak agar RSUDMA Sumenep memberikan ruang yang sama bagi seluruh media yang terverifikasi untuk turut serta mensosialisasikan program kesehatan rumah sakit.
Menurutnya, sebagai instansi publik yang menggunakan anggaran negara, RSUD seharusnya memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas bagi media yang ingin menjalin kerjasama.
“Saya merasa kecewa berat atas pengajuan kerjasama publikasi yang hingga saat ini belum ada kepastian dan menyatakan sikap menolak untuk tidak bekerjasama lagi dengan pihak RSUD Sumenep,” ungkapnya dengan nada kesal.
Ia menambahkan bahwa semua ini bukan nada ancaman kepada pihak rumah sakit. Ini sebagai motifasi, agar program Bupati Sumenep yang menggaungkan slogan “bismillah melayani” betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Pimpinan media koranpublik.id juga berharap manajemen RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk segera melakukan evaluasi terhadap bagian pelayanan. Hal ini dinilai penting agar sinergi antara rumah sakit dan insan pers dapat berjalan sehat demi keterbukaan informasi publik.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.kes., melalui pesan whatsappnya memohon maaf dan berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Kalau terbukti bersalah dan tidak merespon media dengan baik, saya akan menegur yang bersangkutan kalau perlu saya pindah,” ungkap dr. Erliyati kepada Pimred media koranpublik.id.
Atas kejadian ini, masyarakat dan insan pers menanti langkah tegas dari Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep adanya pelayanan maksimal agar kejadian serupa tidak terulang kembali kepada media lainnya.
Penulis : Ady Ilyas






