Penutupan Jalan Utama Tatorbangan Culture Disoal Warga, Kapolsek Kota Sumenep Sebut Sudah Berizin

Sabtu, 12 September 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Gelaran tahunan Tatorbangan Culture yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, mendadak memicu polemik di tengah masyarakat.

Acara budaya yang semula diharapkan menjadi daya tarik wisata tersebut justru menuai kritik tajam akibat penutupan total akses jalan utama desa setempat.

​Penutupan jalur vital tersebut dinilai mengabaikan kenyamanan dan aksesibilitas para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, lantaran dilakukan tanpa penyediaan jalur alternatif yang memadai.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kegiatan tersebut tetap terlaksana setelah mengantongi izin dari pihak kepolisian sektor setempat. Kendati demikian, tidak tersedianya solusi pengalihan arus lalu lintas yang layak membuat para pengguna jalan merasa dirugikan.

​”Kami sangat terkejut dengan adanya penutupan akses jalan utama tanpa memberikan solusi seperti jalur pintas yang layak,” ungkap salah seorang pengendara saat ditemui di lokasi, Sabtu (12/9/2026).

​Ia juga menyayangkan sikap kepolisian yang terkesan langsung menerbitkan izin tanpa menguji kelayakan jalur alternatif bagi masyarakat umum.

​”Kejadian penutupan jalan umum seperti ini jangan hanya mementingkan segelintir orang saja. Karena pada tupoksinya, pembangunan jalan berasal dari masyarakat luas,” tambahnya.

​Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, pihak kepolisian membenarkan bahwa perizinan kegiatan memang sudah dikeluarkan sesuai prosedur.

​Kapolsek Kota Sumenep, AKP Agus Rusdiyanto, menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara desa tersebut telah memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.

​”Kegiatan Tatorbangan sudah mengantongi izin resmi dari kepolisian,” ujar AKP Agus Rusdiyanto singkat saat dikonfirmasi media ini pada Sabtu (12/9/2026) malam.

​Hingga berita ini diturunkan, warga dan pengguna jalan berharap pihak penyelenggara bersama instansi terkait dapat mengevaluasi manajemen lalu lintas pada penyelenggaraan acara publik di masa mendatang agar tidak mengorbankan kepentingan umum.(Ady/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Acara Tatorbangan Ritual Culture Tutup Jalan Utama, Warga Keluhkan Minimnya Jalur Alternatif
Gandeng Pemerintah Desa, Bapenda Sumenep Genjot Penerimaan PBB-P2 Tembus Rp 2 Miliar
Bapenda Sumenep Dukung Langkah Pemkab Tentang Pengurangan Pokok Pajak dan Pembebasan Sanksi Tunggakan PBB-P2
DKPP Sumenep Sampaikan Sejumlah Aspirasi Petani Memasuki Musim Tanam ke Kementerian Pertanian
DKPP Sumenep Ajak Seluruh Elemen Perkuat Pengawasan Program Pertanian 2026
Disdik Sumenep Gelar Bimtek Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif Merupakan Hak Semua Anak
Perkuat Jaringan Distribusi, Rokok Makayasa Rambah Pasar Batam dan Kepri ​
DKPP Sumenep Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Teknologi PART
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:17 WIB

Penutupan Jalan Utama Tatorbangan Culture Disoal Warga, Kapolsek Kota Sumenep Sebut Sudah Berizin

Sabtu, 12 September 2026 - 18:55 WIB

Acara Tatorbangan Ritual Culture Tutup Jalan Utama, Warga Keluhkan Minimnya Jalur Alternatif

Sabtu, 12 September 2026 - 10:56 WIB

Gandeng Pemerintah Desa, Bapenda Sumenep Genjot Penerimaan PBB-P2 Tembus Rp 2 Miliar

Sabtu, 12 September 2026 - 10:35 WIB

Bapenda Sumenep Dukung Langkah Pemkab Tentang Pengurangan Pokok Pajak dan Pembebasan Sanksi Tunggakan PBB-P2

Kamis, 10 September 2026 - 12:41 WIB

DKPP Sumenep Sampaikan Sejumlah Aspirasi Petani Memasuki Musim Tanam ke Kementerian Pertanian

Berita Terbaru