Pantai Slopeng Dikeluhkan Tak Terawat, Pengunjung Soroti Pengelolaan dan Transparansi PAD

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: kolase dinas pariwisata

i

Foto: kolase dinas pariwisata

SUMENEP — Kondisi Pantai Slopeng, salah satu destinasi unggulan di ujung utara Kabupaten Sumenep, menuai sorotan dari pengunjung.

Sejumlah keluhan mencuat terkait pengelolaan kawasan wisata tersebut sejak berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumenep.

Hamparan pasir putih yang selama ini menjadi ikon wisata dinilai mulai kehilangan daya tarik. Pengunjung menilai perawatan kawasan dan fasilitas umum tidak memadai.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas penunjang tampak rusak dan kurang terawat. Toilet umum, gazebo, serta wahana permainan anak dilaporkan dalam kondisi tidak layak pakai.

Beberapa bagian bangunan bahkan terlihat rusak, seperti plafon yang ambruk. Ketersediaan air bersih di area bilas juga kerap dikeluhkan karena tidak mengalir.

Masalah lain yang mencuat adalah kebersihan kawasan. Sampah masih ditemukan di sejumlah titik, memunculkan kesan kumuh di area wisata yang seharusnya menjadi andalan daerah tersebut.

“Semenjak diambil alih pemerintah daerah, kondisinya semakin tidak terurus. Kami berharap ada pembenahan serius, terutama kebersihan dan akses jalan di dalam kawasan,” ujar seorang pengunjung asal Sumenep yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin, 30 Maret 2026.

Sorotan tak hanya datang dari pengunjung. Seorang anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis), yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan adanya peningkatan nilai kontrak kerja sama antara Pokdarwis dan Disbudporapar.

Ia menyebut nilai kontrak mencapai puluhan juta rupiah, bahkan mendekati Rp100 juta pada momentum tertentu seperti Lebaran Ketupat.

Menurut dia, pada 2025 nilai kontrak tercatat sekitar Rp80 juta dan meningkat menjadi Rp92 juta setelah pergantian kepala dinas. Namun, peningkatan tersebut tidak tercermin pada kondisi fisik kawasan wisata.

“Secara angka naik, tetapi kondisi di lapangan tidak menunjukkan perubahan. Bahkan saat Lebaran Ketupat, kami justru mengalami kerugian hampir Rp5 juta,” ujarnya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan pengelola lokal terkait transparansi dan pemanfaatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata.

Mereka mempertanyakan ke mana aliran pendapatan tersebut, mengingat kondisi fasilitas yang terus memburuk.

Para pengunjung dan pelaku wisata berharap pemerintah daerah, khususnya Disbudporapar Sumenep, segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Pembenahan dinilai mendesak agar Pantai Slopeng tidak kehilangan daya tariknya sebagai salah satu penyumbang PAD unggulan Kabupaten Sumenep.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapnya pada Selasa, (30/03) sama sekali tidak merespon meski terlihat centang dua tanda dibaca.

Penulis (Ady/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Keluhkan Biaya Hiburan, Penikmat Dunia Malam Minta Tarif LC di Sumenep Disamakan dengan Daerah Lain
Satlantas Polres Sumenep Bersama KB Samsat Gelar Program “Ka Sakolah” Edukasi Pelajar Tertib Pajak dan Etika Berlalu Lintas
Dinilai Berikan Keterangan Palsu, Saksi Tergugat Kasus Sengketa Lahan Berujung Dilaporkan
Perkuat Tata Kelola Pemdes, DPMD Sumenep Gelar Pembinaan Penyusunan LPPD Bagi 330 Desa
Diduga Jadi Korban Pemerasan Arisan Get, Warga Gapura Barat Lapor Polisi
DPRD Sumenep Upayakan 31 Raperda 2026 Rampung Tahun Ini, Ketua Bapemperda: Semuanya Masuk Prioritas
Ketua DPRD Sumenep: Apresiasi Transformasi PCNU Energi Baru Untuk Kemaslahatan Umat Dalam Menjaga Nilai Kebangsaan
Bupati Fauzi Secara Resmi Lantik TACB Untuk Menentukan Arah Pelestarian Cagar Budaya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:45 WIB

Keluhkan Biaya Hiburan, Penikmat Dunia Malam Minta Tarif LC di Sumenep Disamakan dengan Daerah Lain

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:09 WIB

Satlantas Polres Sumenep Bersama KB Samsat Gelar Program “Ka Sakolah” Edukasi Pelajar Tertib Pajak dan Etika Berlalu Lintas

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:15 WIB

Dinilai Berikan Keterangan Palsu, Saksi Tergugat Kasus Sengketa Lahan Berujung Dilaporkan

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Tata Kelola Pemdes, DPMD Sumenep Gelar Pembinaan Penyusunan LPPD Bagi 330 Desa

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:06 WIB

Diduga Jadi Korban Pemerasan Arisan Get, Warga Gapura Barat Lapor Polisi

Berita Terbaru