Acara Tatorbangan Ritual Culture Tutup Jalan Utama, Warga Keluhkan Minimnya Jalur Alternatif

Sabtu, 12 September 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Penutupan akses jalan utama yang menghubungkan arah timur dan barat dalam rangka penyelenggaraan Ritual Tatorbangan Culture memicu keluhan dari para pengguna jalan.

Pasalnya, penutupan jalan secara total oleh Pemerintah Desa Torbang tersebut dinilai mengganggu mobilitas warga karena tidak dibarengi dengan penyediaan jalur pengalihan lalu lintas yang memadai.

​Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penutupan jalan utama ini telah mengantongi izin dari Kapolsek Kota Sumenep.

Surat ijin tersebut, tertuang dalam surat resmi yang dikeluarkan Polsek Kota dengan Nomor : SI/54 /IX/YAN.2.1./2026/POLSEK TANGGAL : 10 SEPTEMBER 2026.

Kapolsek Kota Sumenep, AKP Agus Rusdiyanto, mengatakan kegiatan tersebut sudah mengantongi ijin yang dikeluarkan oleh Kepolisian.

“Kegaiatan yang digelar sudah mengantongi ijin resmi,” katanya kepada media saat dikonfirmasi melalui sambungan whatsappnya.

Namun, kebijakan pemberian izin tersebut disayangkan sejumlah pihak lantaran diduga diterbitkan tanpa peninjauan langsung di lapangan untuk melihat potensi dampak kemacetan dan kerugian bagi para pengguna jalan.

​Penutupan penuh tanpa pengawalan rekayasa lalu lintas yang memadai membuat pengendara, baik roda dua maupun roda empat, terpaksa mencari jalan pintas secara mandiri yang kerap sempit dan tidak layak dilalui.

​”Meskipun sudah memiliki ijin untuk menutup jalan utama, wajib untuk memberikan jalan alternatif yang layak untuk dilewati dan memadai,” ungkap salah seorang pengendara yang melintas kepada media ini, Sabtu (12/9/2026).

Kini masyarakat, utamanya para pengguna jalan berharap pihak penyelenggara kegiatan bersama Kepolisian Sektor Kota Sumenep dapat mengevaluasi skema lalu lintas di lokasi tersebut.

Penataan jalur alternatif yang jelas serta penempatan personel untuk mengarahkan pengguna jalan sangat diperlukan agar kegiatan budaya tetap berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan publik.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan pihak panitia pelaksana maupun Pemerintah Desa Torbang belum memberikan keterangan terkait penutupan permanen jalannya acara tersebut. Namun redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dalam menjaga keberimbangan informasi publik.

Penulis Redaksi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Penutupan Jalan Utama Tatorbangan Culture Disoal Warga, Kapolsek Kota Sumenep Sebut Sudah Berizin
Gandeng Pemerintah Desa, Bapenda Sumenep Genjot Penerimaan PBB-P2 Tembus Rp 2 Miliar
Bapenda Sumenep Dukung Langkah Pemkab Tentang Pengurangan Pokok Pajak dan Pembebasan Sanksi Tunggakan PBB-P2
DKPP Sumenep Sampaikan Sejumlah Aspirasi Petani Memasuki Musim Tanam ke Kementerian Pertanian
DKPP Sumenep Ajak Seluruh Elemen Perkuat Pengawasan Program Pertanian 2026
Disdik Sumenep Gelar Bimtek Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif Merupakan Hak Semua Anak
Perkuat Jaringan Distribusi, Rokok Makayasa Rambah Pasar Batam dan Kepri ​
DKPP Sumenep Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Teknologi PART
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:17 WIB

Penutupan Jalan Utama Tatorbangan Culture Disoal Warga, Kapolsek Kota Sumenep Sebut Sudah Berizin

Sabtu, 12 September 2026 - 18:55 WIB

Acara Tatorbangan Ritual Culture Tutup Jalan Utama, Warga Keluhkan Minimnya Jalur Alternatif

Sabtu, 12 September 2026 - 10:56 WIB

Gandeng Pemerintah Desa, Bapenda Sumenep Genjot Penerimaan PBB-P2 Tembus Rp 2 Miliar

Sabtu, 12 September 2026 - 10:35 WIB

Bapenda Sumenep Dukung Langkah Pemkab Tentang Pengurangan Pokok Pajak dan Pembebasan Sanksi Tunggakan PBB-P2

Kamis, 10 September 2026 - 12:41 WIB

DKPP Sumenep Sampaikan Sejumlah Aspirasi Petani Memasuki Musim Tanam ke Kementerian Pertanian

Berita Terbaru