SUMENEP — Sejumlah penikmat hiburan malam di Kabupaten Sumenep, Madura, menyuarakan keluhan terkait tingginya tarif pemandu lagu atau yang akrab dikenal sebagai Lady Companion (LC) di wilayah setempat. Jumat, 23/05/2026 malam.
Mereka berharap pihak pengelola tempat hiburan dapat menyesuaikan atau menyamakan tarif tersebut dengan standar daerah lain di Jawa Timur.
Di sisi lain, isu mengenai aktivitas hiburan malam di Sumenep memang kerap menjadi sorotan publik.
Menurut beberapa pelanggan, tarif jasa pendamping karaoke di Sumenep saat ini dinilai terlalu mahal dan tidak sebanding dengan fasilitas atau layanan yang diberikan jika dibandingkan dengan kota-kota tetangga.
Salah seorang warga setempat yang kerap mengunjungi tempat hiburan malam, sebut saja IZ (32), mengungkapkan bahwa selisih harga per jam untuk menggunakan jasa LC di Sumenep cukup signifikan jika disandingkan dengan daerah seperti Pamekasan, Bangkalan, bahkan Surabaya.
”Kalau dibanding daerah lain, tarif di Sumenep ini tergolong tinggi. Padahal dari segi konsep tempat dan pelayanan tidak jauh berbeda. Kami berharap, ada standardisasi tarif agar lebih ramah di kantong para penikmat hiburan lokal,” ujar IZ kepada media.
Ia menambahkan, tingginya tarif ini terkadang membuat sebagian rekannya lebih memilih untuk mencari hiburan ke luar daerah saat akhir pekan, karena dinilai lebih ekonomis secara akumulatif.
“Kalo kejadian ini dibiarkan maka Sumenep akan menjadi tumpuan dan pelarian para LC untuk mencari penghasilan,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber komunitas penikmat hiburan malam, berikut perkiraan perbandingan tarif yang menjadi dasar keluhan tersebut:
Sumenep tarif LC Rp200.000 perjam belum termasuk uang saweran dinilai paling tinggi di wilayah Madura.
Pamekasan tarif LC Rp100.000 – Rp150.000 perjam standar rata-rata lokal
Sampang Rp100.000 – Rp150.000 perjam standar rata lokal
Surabaya (Kelas Menengah) Rp100.000 – Rp200.000 perjam pilihan lebih bervariasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari asosiasi pengusaha tempat hiburan malam di Sumenep terkait tuntutan penyesuaian tarif tersebut.
Penulis Redaksi






