Akses Jalan Pelabuhan Masalembu Kewenangan Pemprov, BEM Nusantara Jatim Desak Gubernur Khofifah Untuk Segera Perbaiki

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur turut prihatin dengan kondisi akses jalan Pelabuhan Masalembu yang kini rusak parah dan mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk segera melakukan perbaikan sebelum memakan korban.

Akses jalan itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun kondisinya hingga kini tak kunjung diperbaiki.

“Jangan sampai kerusakan akses Pelabuhan Masalembu itu memakan korban jiwa baru mau diperbaiki oleh Pemprov Jatim. Sebab, kondisi akses jalan pelabuhan Masalembu itu sudah lama dilaporkan rusak parah dan berpotensi memakan korban,” desak Sekretaris BEM Nusantara Jawa Timur, Moh. Syauqi, Sabtu (28/3/2026).

Ia juga mendesak Gubernur Jawa Timur jangan hanya sibuk menonjolkan kinerjanya yang nampak pencitraan semata. Sementara abai dan seakan tak peduli terhadap kerusakan akses jalan Pelabuhan Masalembu yang menjadi urat nadi masyarakat di wilayah kepulauan itu.

Sekretaris BEM Nusantara Jawa Timur, Moh. Syauqi, juga menilai persoalan tersebut bukan sekadar infrastruktur rusak, melainkan mencerminkan ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.

“Ini bukan hanya soal jalan rusak. Ini soal keadilan pembangunan. Wilayah kepulauan seperti Masalembu seharusnya menjadi prioritas karena sangat bergantung pada akses transportasi laut,” kata dia.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur khususnya Gubernur Khofifah tidak bisa lepas tangan, mengingat kewenangan pengelolaan pelabuhan berada di tingkat provinsi.

“Kalau kewenangannya di provinsi, maka tanggung jawabnya jelas. Jangan sampai masyarakat terus menanggung risiko keselamatan hanya karena lambannya respons dari pihak otoritas,” tegasnya.

Diketahui, jalan menuju Pelabuhan Masalembu merupakan akses utama mobilitas warga dan distribusi logistik. Namun kondisinya rusak parah, dipenuhi lubang, dan membahayakan.

Warga setempat terpaksa tetap melintasi jalan tersebut karena tidak ada alternatif lain. Padahal, pelabuhan menjadi jalur vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat kepulauan.

“Pelabuhan ini urat nadi kami. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan,” ujar Hasan, warga Masalembu.

Kerusakan yang berlangsung lama ini dinilai memperparah beban masyarakat, terutama saat mobilitas meningkat seperti pada momen mudik dan arus balik Lebaran.

BEM Nusantara Jawa Timur pun mendesak Gubernur Jawa Timur segera mengambil langkah konkret. Syauqi menekankan, perbaikan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan tidak boleh lagi ditunda.

“Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan menghadapi risiko setiap hari. Ini menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup mereka,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut, BEM Nusantara Jawa Timur bakal turun langsung mengawal aspirasi masyarakat Kepulauan Masalembu agar mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi.

“Kami akan mengawal langsung keluhan masyarakat Masalembu ini sampai ada langkah nyata dari pemerintah. Jangan sampai suara warga kepulauan terus diabaikan, karena ini menyangkut hak dasar dan keselamatan mereka,” tegas Syauqi.

Penulis (Ady/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ngaji Jurnalistik Lensa Madura Dorong Santri dan Mahasiswa Giat Menulis
Dorong Kebutuhan di Kawasan APHT, Diskop UKM Perindag Gelontorkan DBHCHT Tahun 2026
Diskop UKM Perindag Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM
Lolos Seleksi Kabupaten, Dua Pasang Sapi Milik H Udik DRT Dipersiapkan Juara di Piala Presiden 2026
Dorong Produktivitas Padi, DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air di Sawah Tadah Hujan
FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS Perkuat Kompetensi Krisis Komunikasi Mahasiswa
BPRS Bhakti Sumekar Wujudkan Pengembangan UMKM Lewat Layanan Biaya Berani Mekar
Membanggakan! BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan Bergengsi Sharia Award 2026
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Ngaji Jurnalistik Lensa Madura Dorong Santri dan Mahasiswa Giat Menulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dorong Kebutuhan di Kawasan APHT, Diskop UKM Perindag Gelontorkan DBHCHT Tahun 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Diskop UKM Perindag Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Lolos Seleksi Kabupaten, Dua Pasang Sapi Milik H Udik DRT Dipersiapkan Juara di Piala Presiden 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Dorong Produktivitas Padi, DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air di Sawah Tadah Hujan

Berita Terbaru