Sinergi Lintas Sektoral, Dinkes P2KB Sumenep Evaluasi Program ‘Desa Peduli dan Mandiri’ di Karduluk

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Sumenep terus bergerak masif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Salah satu langkah konkretnya diwujudkan melalui agenda Evaluasi Kegiatan “Desa Peduli dan Mandiri” yang digelar di Balai Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Kamis (02/02/2026).

​Kegiatan evaluasi ini difokuskan pada pemaparan capaian program serta penguatan partisipasi aktif masyarakat dalam mendeteksi secara dini (penemuan) serta upaya bersama dalam menurunkan stigma negatif terhadap penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC) dan kusta.

​Hadir sebagai panitia sekaligus narasumber utama dalam forum tersebut, Kepala Puskesmas (Kapus) Pragaan beserta tim, Camat Pragaan dan jajaran Lintas Sektoral (Linsek), serta tim pendamping dari Leprosy & Tuberculosis Network Resource (LNR) dan Wasor (Wakil Supervisor) Provinsi Jawa Timur.

​Sinergi yang kuat terlihat dari komposisi peserta yang hadir memadati Balai Desa Karduluk. Mereka terdiri dari para tenaga kesehatan (nakes) desa, tim Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Pragaan, jajaran perangkat desa hingga seluruh kepala dusun, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat.

Istimewanya, forum ini juga melibatkan langsung para mantan penderita TBC dan kusta yang kini telah sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Sumenep, Drg Ellya Fardasah, Mkes., dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program intervensi kesehatan berbasis desa ini berjalan berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi keterlibatan tokoh agama dan masyarakat yang menjadi jembatan informasi krusial di tengah warga,” kata Ellya Fardasah disela-sela kegiatan berlangsung pada Kamis, 25/06/2026.

Menurutnya, grafik capaian kerja keras nakes dan kader di lapangan terbukti mampu meningkatkan angka penemuan kasus baru, yang merupakan langkah awal paling krusial sebelum dilakukan pengobatan hingga tuntas.

​”Kunci utama dari ‘Desa Peduli dan Mandiri’ ini bukan hanya menemukan kasus, tapi bagaimana lingkungan sekitar bisa menerima dan mendukung kesembuhan mereka,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, melibatkan mantan penderita TBC dan kusta yang menjadi bukti nyata bahwa penyakit ini bisa sembuh total dan mereka bisa kembali produktif di masyarakat tanpa harus dikucilkan,” ujar salah satu pemateri dari tim Wasor Provinsi Jatim.

​Melalui evaluasi ini, diharapkan seluruh elemen di Desa Karduluk, mulai dari kepala dusun hingga tokoh agama, semakin kompak dalam melakukan edukasi ke masyarakat.

“Kami berharap, langkah ini mampu mengikis habis stigma negatif yang selama ini sering membuat penderita enggan memeriksakan diri, sekaligus mempercepat visi Kabupaten Sumenep bebas TBC dan kusta,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DKPP Sumenep Optimis Luas Tanam Tembakau Tahun 2026 Meningkat Hingga 18 Ribu Hektare
DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Tembakau Varietas Prancak-95 Senilai Rp2,1 M untuk 20 Kelompok Tani
Polres Sumenep Berhasil Meringkus Oknum Pegawai Paruh Waktu Inisial N Warga Kecamatan Dasuk
Harlah Ke-57, Ponpes Hidayatut Thalibin Lahirkan Santri Berakhlak Mulia dan Berintegritas
Antrean Panjang SPBU di Sumenep Meresahkan, Pemerintah dan APH Didesak Turun Tangan
Ciptakan Lingkungan Bersih dan Asri, Pemerintah Kecamatan Ambunten Gelar Kurvei Bersama Forpimka
Tampil Memukau, Calon Siswi SMADA Sabet Juara 1 Solo Kreatif di Piala Bergilir IPSI Sumenep 2026
Wujud Nyata Kepedulian BAZNAS Sumenep Salurkan Bantuan Sebesar Rp20 juta Bagi Warga Batuputih
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:14 WIB

Sinergi Lintas Sektoral, Dinkes P2KB Sumenep Evaluasi Program ‘Desa Peduli dan Mandiri’ di Karduluk

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:00 WIB

DKPP Sumenep Optimis Luas Tanam Tembakau Tahun 2026 Meningkat Hingga 18 Ribu Hektare

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:49 WIB

DKPP Sumenep Salurkan Bantuan Benih Tembakau Varietas Prancak-95 Senilai Rp2,1 M untuk 20 Kelompok Tani

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:24 WIB

Polres Sumenep Berhasil Meringkus Oknum Pegawai Paruh Waktu Inisial N Warga Kecamatan Dasuk

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:05 WIB

Harlah Ke-57, Ponpes Hidayatut Thalibin Lahirkan Santri Berakhlak Mulia dan Berintegritas

Berita Terbaru