SUMENEP – Minat petani di Sumenep, pada musim tanam tembakau tahun 2026 diperkirakan meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan musim tanam tahun sebelumnya. Rabu, 01/07/2026.
Prediksi tersebut terlihat dari bertambahnya areal yang telah disiapkan para petani ketika memasuki musim tanam tembakau tiba.
Pada tahun 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, mendata luas lahan tembakau tercatat sekitar 14 ribu hektare. Sementara pada musim tanam tahun ini, angka tersebut diproyeksikan mengalami peningkatan hingga mencapai 18 ribu hektare.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada kesiapan lahan yang telah dipersiapkan untuk budidaya tembakau.
“Kalau dari banyaknya lahan yang sudah di persiapkan oleh para petani, tahun ini kami optimis bisa di angka 18 ribu hektar tanam tembakau. Bisa lebih,” katanya, Senin (22/6).
Chainur juga mengingatkan para petani agar tidak mengabaikan faktor cuaca yang hingga kini masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Di sejumlah wilayah, cuaca mendung masih kerap terjadi meski musim kemarau mulai berlangsung.
“Ketergantungan cuaca dan iklim menjadi faktor utama para petani tembakau. Kondisi saat ini masih ada wilayah yang mendung, sehingga petani harus mempertimbangkan kondisi iklim sebelum menanam,” ujarnya.
Menurutnya, pergantian musim kemarau diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu dan kualitas tembakau Sumenep. Apalagi, komoditas tersebut selama ini memiliki pasar yang cukup luas dan permintaan yang relatif tinggi.
“Kami berharap mutu dan kualitas tembakau tahun ini semakin baik, sehingga potensi dan permintaan pasar terhadap tembakau Sumenep cukup besar,” ujarnya.
Melalui para penyuluh pertanian, DKPP Sumenep menegaskan bahwa selain kesiapan lahan, geliat musim tanam juga mulai terlihat dari aktivitas para petani di beberapa lokasi.
“Semoga dengan kondisi cuaca yang mendukung, produksi tembakau berkualitas tinggi diharapkan meningkat dan mampu memberikan keuntungan yang lebih baik bagi para petani,” pungkasnya.






