Pemkab Sumenep Dorong Pemberdayaan Ekonomi untuk Pangkas Angka Kemiskinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi dan intervensi berbasis wilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bantuan sosial yang bersifat konsumtif.

​Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, penanganan kemiskinan harus disesuaikan dengan kondisi geografis, sosial, dan ekonomi di setiap daerah.

​”Penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya dengan bantuan sosial yang bersifat konsumtif. Intervensi harus menyentuh akar persoalan melalui penguatan ekonomi masyarakat dan pendekatan berbasis wilayah,” ujar Fauzi, Rabu (21/10/2026).

​Berdasarkan data Pemkab Sumenep pada 2025, angka kemiskinan di wilayah tersebut tercatat sebesar 17,02 persen atau sekitar 188.480 jiwa. Angka ini turun 0,76 poin dibanding tahun sebelumnya, dengan pengurangan sekitar 7.940 jiwa.

​Untuk menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan, Pemkab Sumenep menjalankan tiga fokus utama yakni,

​Mengurangi beban pengeluaran masyarakat: Melalui program Universal Health Coverage (UHC), bantuan sosial, bantuan pendidikan, pangan, serta perlindungan bagi pekerja rentan.

​Meningkatkan pendapatan warga: Mendorong sektor pertanian, perikanan, dan UMKM yang dilengkapi pelatihan keterampilan, bursa kerja (job fair), serta program padat karya.

​Intervensi kantong kemiskinan: Melakukan kajian spasial dan mempertimbangkan pendekatan sosial-budaya lokal Madura untuk memetakan persebaran kemiskinan serta merumuskan model ekonomi daerah yang tepat.

​Guna mengoptimalkan seluruh strategi tersebut, Pemkab Sumenep meluncurkan Sinergi Multi Pihak Lawan Kemiskinan (SIMPUL) untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor—mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga infrastruktur dan UMKM.(Adi/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Apel Peringati Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Ajak Santri Kolaborasikan Ilmu dan Akhlak
Peringati Harjad ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Pembacaan Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Dugaan Penganiayaan Anak Dilaporkan ke Polresta Sumenep, Pelapor Minta Terduga Pelaku Segera Ditangkap
Momen Hari Santri 2026, Kecamatan Manding Dorong Kebangkitan UMKM Keripik Singkong
Hari Santri 2026, Anggota DPRD Sumenep Ajak Pesantren Jadi Pelopor Perubahan
Bupati Fauzi Tekankan “Politik Humanis” saat Lepas Ribuan Peserta JJS
Peringati Hari Jadi Ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong
RAPBD Sumenep 2027 Diproyeksi Defisit Rp96 Miliar, Pemkab Siapkan Pembiayaan Netto
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Pemkab Sumenep Dorong Pemberdayaan Ekonomi untuk Pangkas Angka Kemiskinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Apel Peringati Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Ajak Santri Kolaborasikan Ilmu dan Akhlak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Peringati Harjad ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Pembacaan Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Dugaan Penganiayaan Anak Dilaporkan ke Polresta Sumenep, Pelapor Minta Terduga Pelaku Segera Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Momen Hari Santri 2026, Kecamatan Manding Dorong Kebangkitan UMKM Keripik Singkong

Berita Terbaru