SUMENEP – Langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumenep, guna memastikan jaminan ketersediaan pangan di wilayahnya terus menunjukkan tren positif dalam menentukan stabilitas ekonomi daerah dari tahun ke tahun.
Selaras dengan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian pangan sebagai agenda prioritas nasional.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Wongsojudo, menegaskan bahwa dalam menjaga konsistensi peningkatan ketahanan pangan sangat berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas kami. Harus selalu meningkat, karena persoalan pangan ini berkaitan dengan kebutuhan utama masyarakat,” tegasnya, usai menyaksikan siaran langsung pidato Presiden di Gedung DPRD Sumenep, Jumat 14/8/26.
Tak hanya fokus pada pasokan makanan, Bupati Fauzi menilai ketahanan energi menjadi pilar penopang yang tidak kalah krusial. Keduanya saling memengaruhi dalam menjaga roda perekonomian dan ketahanan wilayah.
Sinergi program antara pemerintah pusat dan daerah diklaim mulai memberikan dampak nyata hingga ke kawasan pelosok desa di Sumenep.
“Apalagi saat ini program pusat sudah masuk ke pelosok-pelosok. Sudah cukup banyak yang bisa dirasakan masyarakat berbagai daerah, termasuk Sumenep,” ujarnya.
Selain pembenahan sektor fisik dan pasokan komoditas, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian serius Pemkab Sumenep. Pembangunan infrastruktur dan ekonomi dinilai bakal sia-sia tanpa adanya cetak biru penyiapan generasi penerus.
Langkah tersebut dipandang sebagai landasan penting dalam membawa daerah menuju pencapaian Generasi Emas.
“Kualitas sumber daya manusia harus diakui menjadi elemen penting untuk kemajuan suatu daerah. Karena itu, sudah sewajarnya pemerintah memikirkan bagaimana menyiapkan generasi masa depan menuju generasi emas,” ungkap Fauzi.
Pemkab Sumenep dalam mewujudkan kemandirian nasional memastikan seluruh kebijakan daerah diproyeksikan untuk menyeimbangkan penguatan ekonomi, pembenahan infrastruktur, ketercukupan energi, serta peningkatan mutu pendidikan warga.
“Semua harus berjalan seimbang. Mulai penguatan ketahanan pangan yang berkaitan erat dengan ekonomi. Kemudian penguatan infrastruktur, energi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.






