Disdik Sumenep Gelar Bimtek Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif Merupakan Hak Semua Anak

Kamis, 10 September 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar BimbinganTeknis (Bimtek) untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas satuan pendidikan dalam menyelenggarakan layanan pendidikan yang inklusif.

Acara tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Sekolah Inklusif Tahun 2026 di Hotel Azmi, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa, 1 September 2026.

“Kondisi fisik, karakter, latar belakang, maupun kebutuhan khusus tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan,” kata Iksan.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak. Karena itu, satuan pendidikan perlu memastikan seluruh peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Masih kata Iksan, pendidikan inklusif bukan sekadar membuka akses bagi seluruh anak untuk bersekolah. Lebih dari itu, sekolah harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menghargai keberagaman, sekaligus memberikan dukungan sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Pendidikan inklusif merupakan wujud komitmen bersama untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak dalam memperoleh layanan pendidikan,” kata Iksan.

Dia menilai keberadaan sekolah inklusif menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak membeda-bedakan peserta didik berdasarkan kondisi maupun latar belakangnya.

Pemikiran tersebut, kata Iksan, sejalan dengan gagasan Ki Hajar Dewantara mengenai pentingnya menghormati kodrat dan potensi setiap anak.

“Kita harus menghormati kodrat setiap anak dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya,” ujarnya.

Para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep pendidikan inklusif secara teori, tetapi mampu menerapkannya dalam proses pelayanan dan pembelajaran di sekolah masing-masing.

Iksan berharap hasil kegiatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi praktik nyata sehingga kualitas pelayanan pendidikan bagi seluruh peserta didik di Sumenep terus meningkat.

“Kami mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang lebih adil, manusiawi, dan terbuka, sehingga setiap anak memiliki ruang yang sama untuk belajar dan berkembang,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DKPP Sumenep Sampaikan Sejumlah Aspirasi Petani Memasuki Musim Tanam ke Kementerian Pertanian
DKPP Sumenep Ajak Seluruh Elemen Perkuat Pengawasan Program Pertanian 2026
Perkuat Jaringan Distribusi, Rokok Makayasa Rambah Pasar Batam dan Kepri ​
DKPP Sumenep Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Teknologi PART
Sekretaris JSI Apresiasi Pahlawan Tak Terlihat di Balik Bersihnya Kota Sumenep
Ditengah Kemeriahan Festival Musik Tongtong 2026, Petugas DLH Bergerak Aktif dalam Menjaga Lingkungan Tetap Bersih
Festival Musik Tongtong 2026 Sukses Digelar, Bupati Fauzi: Kesenian Tradisional Sebagai Warisan Budaya Madura
Ditengah Kelangkaan Pertalite dan Solar, SPBU Kolor Diduga Melayani Pembelian Jerigen dan Galon
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 12:41 WIB

DKPP Sumenep Sampaikan Sejumlah Aspirasi Petani Memasuki Musim Tanam ke Kementerian Pertanian

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WIB

DKPP Sumenep Ajak Seluruh Elemen Perkuat Pengawasan Program Pertanian 2026

Kamis, 10 September 2026 - 09:37 WIB

Disdik Sumenep Gelar Bimtek Perkuat Layanan Pendidikan Inklusif Merupakan Hak Semua Anak

Rabu, 9 September 2026 - 20:09 WIB

Perkuat Jaringan Distribusi, Rokok Makayasa Rambah Pasar Batam dan Kepri ​

Rabu, 9 September 2026 - 12:21 WIB

DKPP Sumenep Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Teknologi PART

Berita Terbaru