SUMENEP – Lonjakan permintaan pasar terhadap produk rokok kretek lokal merek Makayasa memicu langkah strategis dari pihak manajemen.
Owner PR Mahaputra Nusantara, H. Supriyadi, mengatakan bahwa akan segera menambah jumlah tenaga kerja dalam skala besar guna memenuhi target produksi dan rencana ekspansi nasional.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan permintaan tidak hanya datang dari pasar lokal Madura, akan tetapi juga merambah ke wilayah Tapal Kuda hingga skala nasional.
“Guna merespons hal itu, perusahaan tengah mempercepat penyelesaian Makayasa Center yang berlokasi di Kecamatan Lenteng, Sumenep,” jelasnya. Rabu, 08/04/2026.
Tidak hanya itu, Makayasa juga menargetkan penyerapan hingga 600 tenaga kerja pada akhir tahun 2026. Saat ini, rekrutmen tahap awal difokuskan pada posisi tenaga pelinting, penggunting, dan tenaga packing.
Pembangunan pabrik di wilayah Lenteng dijadwalkan beroperasi dalam waktu dekat, yang akan menjadi pusat produksi utama untuk mendukung distribusi ke berbagai daerah.
Selain menggenjot rokok kretek, Makayasa akan segera meluncurkan varian rokok filter pada Juni 2026 untuk memperluas segmen konsumen.
”Kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Dengan membuka lapangan kerja baru, kami berharap bisa memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian warga Sumenep, terutama dalam memberdayakan tenaga kerja lokal,” ujar H. Adi kepada media.
H. Adi, mengungkapkan bahwa langkah bisnis ini tidak hanya sekadar mencari keuntungan semata, melainkan menjadi sebuah visi besar berbasis filosofi angka enam.
Menurutnya, target penyerapan 600 tenaga kerja ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi program sosial yang lebih luas, termasuk rencana pemberdayaan ribuan anak yatim dan fakir miskin.
“Dengan komitmen pada kualitas bahan baku dan bekerja sama dengan petani tembakau lokal, kami optimis dapat bersaing dengan merek-merek mapan di industri rokok nasional sambil tetap menjaga identitas produk khas daerah,” tandasnya.
Penulis Redaksi






