Tanpa Banyak Bicara, Agus Sugianto Bangun Tradisi Akademik dan Seni di Pasongsongan

Senin, 6 Oktober 2025 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, 6 Oktober 2025 – Di balik meriahnya berbagai kegiatan akademik dan seni di Kecamatan Pasongsongan, ada satu sosok yang jarang tampil di panggung sorotan, namun kiprahnya terasa di setiap langkah kemajuan dunia pendidikan: Agus Sugianto, S.Pd. Pria sederhana yang dikenal dengan blangkon khasnya ini adalah Kepala SDN Panaongan III sekaligus Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan. Meski pendiam, ia dikenal luas sebagai konseptor utama di balik hampir seluruh kegiatan akademik dan seni di wilayah tersebut.

Setiap tahun, ketika peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Pasongsongan seakan menantikan rangkaian lomba yang selalu disusun dengan rapi, kreatif, dan penuh semangat. Di balik itu semua, nama Agus Sugianto kembali mencuat. Ia dipercaya menjadi Koordinator Bidang Seni, posisi strategis yang mengatur berbagai cabang lomba bergengsi di tingkat kecamatan.

Di bawah koordinasinya, digelar beragam lomba seperti Kolase dan Mewarnai tingkat TK/PAUD/RA, Mewarnai Kaligrafi tingkat TK/PAUD/RA, Melukis tingkat SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA, serta Baca Puisi, Pidato Bahasa Madura, dan Menyanyi Solo untuk jenjang SD hingga SMA. Tak ketinggalan, Lomba Karnaval dan FCC (Fun Colouring Competition) yang memperebutkan Trophy Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, selalu menjadi daya tarik tersendiri.

Tahun ini, misalnya, antusiasme peserta pada lomba baca puisi, pidato, dan menyanyi solo membludak hingga panitia harus menambah waktu pelaksanaan menjadi empat hari penuh. Namun di tengah padatnya agenda, Agus tetap tampil tenang, memantau jalannya kegiatan dengan senyum kecil di balik blangkon hitam yang selalu menemaninya.

Koordinasinya yang solid juga tampak pada pelaksanaan Lomba FCC, di mana ia berhasil menghimpun kerja sama dari seluruh kepala TK, PAUD, dan RA se-Kecamatan Pasongsongan. Hasilnya? Lomba berlangsung meriah, penuh warna, dan meninggalkan kesan mendalam bagi peserta maupun penonton.

Tak hanya di bidang seni, dedikasi Agus Sugianto juga terlihat kuat di ranah akademik. Ia menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan Intelligent Student Competition (ISCO),ajang bergengsi yang mengasah kemampuan akademik siswa di bidang MIPA maupun Pendidikan Diniyah (ISCO PEDIYAH). Kompetisi ini diikuti oleh sekolah dasar negeri dan swasta se-Kecamatan Pasongsongan, menjadi wadah nyata untuk mengukur sekaligus menumbuhkan potensi siswa dalam suasana yang kompetitif dan edukatif.

Rekan-rekan sejawat di lingkungan pendidikan Pasongsongan mengenalnya sebagai sosok yang visioner, tekun, dan totalitas dalam setiap tanggung jawab. Ia bukan tipe yang gemar beretorika, namun lebih memilih berbicara melalui aksi nyata dan hasil kerja. Setiap kegiatan yang ia rancang selalu berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan penguatan karakter siswa melalui jalur akademik dan seni.

“Pak Agus itu kalau sudah bekerja, semua hal diperhitungkan dengan matang. Dari konsep, teknis pelaksanaan, sampai evaluasi. Beliau tidak banyak bicara, tapi setiap idenya selalu membawa perubahan positif,” ujar salah satu kepala sekolah peserta lomba ISCO dengan penuh kagum.

Tak heran jika nama Agus Sugianto kini menjadi simbol dedikasi di dunia pendidikan Kecamatan Pasongsongan. Ia berhasil menjadikan kegiatan akademik dan seni bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan gerakan kebudayaan dan pendidikan yang membangkitkan semangat belajar dan berkarya di kalangan pelajar.

Sosoknya yang sederhana, disiplin, dan penuh tanggung jawab menjadi teladan bagi para pendidik muda. Di setiap kegiatan, ia tidak hanya hadir sebagai pengarah, tetapi juga pekerja lapangan yang tak segan membantu teknis pelaksanaan, dari menyiapkan perlengkapan hingga memastikan peserta merasa nyaman.

Di tengah dinamika pendidikan yang terus berkembang, figur seperti Agus Sugianto menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar kerap lahir dari ketulusan dan konsistensi dalam berkarya. Dengan keteguhan hati dan semangat tanpa pamrih, ia membuktikan bahwa kemajuan pendidikan tak selalu harus datang dari panggung besar, tetapi dari dedikasi di tingkat akar rumput.

Pasongsongan patut berbangga memiliki sosok seperti Agus Sugianto, S.Pd, sosok tenang yang bersuara melalui karya, konseptor yang bekerja dalam diam, dan teladan yang menginspirasi tanpa perlu banyak kata.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komwasjak Nilai PR Mahaputera Nusantara Layak Jadi Contoh Kepatuhan Pajak Industri Rokok
Langkah Nyata BAZNAS Sumenep Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Banyak Program
Anggaran Fantastis Namun Tak Jelas! Belanja APE, Buku, hingga PC Disdik Sumenep Jadi Buah Bibir Publik
Dipusatkan di Pesantren Annuqayah, Konfercab NU Sumenep Digelar Hari Ini
JSI Sambut Kunker DPD RI Lia Istifhama di Sumenep
Ulang Tahun ke-10 Ayunda Putri Budianto Dirayakan dengan Aksi Sosial di Hari Jadi Pamekasan
Tingkatkan Kebersamaan, Kodim 0826/Pamekasan Ajak Persit dan Masyarakat Olahraga Bersama
Upacara Hari Jadi Sumenep di SDN Panaongan III, Wujud Sinergi Guru dan Siswa Lestarikan Bahasa Madura Halus
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:27 WIB

Komwasjak Nilai PR Mahaputera Nusantara Layak Jadi Contoh Kepatuhan Pajak Industri Rokok

Rabu, 31 Desember 2025 - 15:16 WIB

Langkah Nyata BAZNAS Sumenep Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Banyak Program

Jumat, 19 Desember 2025 - 19:31 WIB

Anggaran Fantastis Namun Tak Jelas! Belanja APE, Buku, hingga PC Disdik Sumenep Jadi Buah Bibir Publik

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:14 WIB

Dipusatkan di Pesantren Annuqayah, Konfercab NU Sumenep Digelar Hari Ini

Selasa, 25 November 2025 - 18:11 WIB

JSI Sambut Kunker DPD RI Lia Istifhama di Sumenep

Berita Terbaru

Pemerintahan

Birokrasi Sumenep Siap Menyambut Sekda Baru

Selasa, 13 Jan 2026 - 09:06 WIB