Aceh Tamiang — Praneda Care Foundation menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu dan bergotong royong, karena penderitaan masyarakat Aceh dan Sumatera adalah penderitaan kita semua. Seruan ini disampaikan seiring dengan aksi kemanusiaan nyata yang dilakukan lembaga filantropi ini di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Hingga kini, warga masih menghadapi keterbatasan listrik dan sarana dasar pascabencana. Menanggapi kondisi tersebut, tim Praneda Care Foundation berangkat dari Jakarta dipimpin Tysar Praneda, didampingi Zaky, Noel, dan Bimas, membawa berbagai bantuan vital seperti genset, lampu penerangan, kompresor air, alat pertanian, tandon air, kompor gas, kelambu, sejadah, mukena, sepatu bot, obat-obatan, jerigen, dan solar. Bantuan ini disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kota Lintang Bawah, Rantau, Desa Bundar, Bandar Pusaka, dan Desa Babo, agar warga dapat kembali beraktivitas dan menata kehidupan sehari-hari.
Setibanya di lokasi, kedatangan tim disambut hangat oleh masyarakat, sementara Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan.

“Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bersatu, bergotong royong, dan peduli sesama. Penderitaan warga Aceh dan Sumatera adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Yessy Praneda, pendiri Praneda Care Foundation.
Bantuan ini tidak hanya menyentuh aspek material, tetapi juga memiliki nilai edukatif. Praneda Care Foundation menekankan pentingnya solidaritas sosial, gotong royong, dan kerja sama komunitas dalam menghadapi dampak bencana alam. Dengan aksi nyata dan tepat sasaran, masyarakat terdampak mendapatkan kesempatan untuk pulih lebih cepat, menjaga kesehatan, dan kembali produktif.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, antara lain Keluarga Besar Hukum Universitas Trisakti, Brian Praneda, Andi Verawati, Imelda, Nova Paloh, Lanny Bambang, Husna Sherly, Ferlita Shafri, Inggriani Theresia, Oscar Stevanus, Masagus Umar Fuad, Ferra Violita, Ajib, Warsih, Lita (Mama Tom), Kak Mitta, Fitri Nur Eliza, dan Irfan Syahputra, Sekretaris DPD Nasdem Tamiang, yang memastikan bantuan tersalur tepat sasaran.
Salah satu warga, Chaidir Azhar, menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, bantuan dari Praneda Care Foundation sangat berarti. Ini bukan sekadar materi, tetapi dorongan moral dan harapan untuk masyarakat Aceh Tamiang.” katanya.
Kita semua memiliki peran dalam menghadapi bencana dan penderitaan sesama. Apa yang dilakukan Praneda Care Foundation hari ini adalah bukti bahwa solidaritas, kepedulian, dan gotong royong mampu mengubah kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. Bukan hanya lembaga, tetapi setiap individu bisa ikut berkontribusi, sekecil apapun, untuk meringankan beban mereka yang sedang berjuang pulih.
Mari bersama-sama bersatu, bergotong royong, dan peduli. Saat kita membuka tangan untuk membantu, kita bukan hanya memberi bantuan materi, tetapi juga harapan, semangat, dan kekuatan bagi mereka yang membutuhkan. Penderitaan masyarakat Aceh dan Sumatera adalah panggilan bagi kita semua untuk hadir, peduli, dan bertindak nyata.
Aksi nyata dimulai dari diri kita. Bersatulah, bantu sesama, dan jadikan solidaritas sosial sebagai kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi semua.






