KALTIM — Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep terus mengambil langkah progresif dalam membangun desa yang adaptif dan berdaya saing.
Dipimpin oleh H. Ubaid Abdul Hayat, rombongan PKDI Sumenep menyambangi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dalam rangka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa, Koperasi Merah Putih, dan Ketahanan Pangan se-Kabupaten Sumenep.
Kegiatan edukatif ini berlangsung Kamis malam (6/11/2025) di Qubika Boutique Hotel IKN, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Sebagai wilayah penting dalam pembangunan IKN, Penajam Paser Utara (PPU) menjadi contoh nyata transformasi tata kelola daerah menuju pusat pemerintahan modern Indonesia. Kabupaten ini berdiri sejak 2002 dengan ibu kota di Penajam dan berbatasan langsung dengan Kutai Kartanegara, Selat Makassar, Paser, serta Kutai Barat.
Beberapa waktu sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilakukan oleh PKDI Kabupaten Lumajang, menunjukkan semangat bersama antar-daerah dalam memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional.

Kegiatan akan berlanjut Jumat pagi (7/11/2025) di Gedung Kemenko III IKN, dengan melibatkan sejumlah kementerian, di antaranya Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pertanian, serta Badan Gizi Nasional.
Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan proses pembelajaran nyata bagi para kepala desa.
“Kami ingin mengenal lebih dekat Ibu Kota Nusantara sebagai simbol masa depan Indonesia. Ini penting agar kepala desa memahami peran strategis mereka dalam membangun dari desa menuju Indonesia maju,” ujarnya.
Rombongan PKDI Sumenep juga akan melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Samarinda, sebuah program nasional yang menjadi percontohan pemberdayaan ekonomi desa berbasis koperasi dan kolaborasi lintas sektor.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memiliki konsep pusat kegiatan ekonomi multifungsi, tidak hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai pengelola kios pangan, apotek desa, serta layanan kesehatan masyarakat.
Keberadaannya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus wadah pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal.
“Model seperti KDMP di Samarinda sangat relevan bagi desa-desa di Sumenep. Kita ingin koperasi di desa menjadi lebih kuat, mampu menopang ketahanan pangan, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” tegas H. Ubaid.
Kunjungan ini tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun desa cerdas, mandiri, dan berdaya saing sesuai semangat Desa Bangkit, Indonesia Maju.






