Pengawasan Sangat Lemah, Dana Ratusan Juta Satpol-PP Sumenep Jadi Tanda Tanya

Selasa, 25 November 2025 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP- Peredaran rokok ilegal asal Kabupaten Pamekasan semakin merajalela di Kota Keris. Produk tanpa pita cukai itu kini dengan mudah ditemukan di warung-warung dan kios kecil di Sumenep. Ironisnya, kondisi ini terjadi ketika Satpol-PP Kabupaten Sumenep, yang dipimpin Wahyu Kurniawan Pribadi, mendapatkan aliran dana ratusan juta rupiah dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk penegakan hukum. Hingga Selasa (25/11/2025), respons nyata dari instansi tersebut belum terlihat.

Pada tahun 2025 saja, Satpol-PP Sumenep menerima lebih dari Rp 400 juta dari DBHCHT. Dana fantastis itu seharusnya dapat menekan peredaran rokok ilegal di Kota Keris melalui kegiatan penindakan, pengawasan, serta edukasi. Namun harapan tersebut berbanding terbalik 180 derajat bahkan tak jelas ke mana arah penggunaan anggaran tersebut.

Alih-alih melindungi pelaku usaha legal dari persaingan tidak sehat, Kabupaten Sumenep justru menjadi pasar subur bagi rokok ilegal yang berasal dari Pamekasan, wilayah yang dikenal luas sebagai pusat produksi rokok tanpa pita cukai dan menjadi salah satu penyebab maraknya peredaran rokok ilegal di Indonesia.

Aktivis Peduli Cukai Jawa Timur asal Sumenep, Ahmadi, turut angkat suara menyoroti mandeknya penindakan rokok ilegal di daerahnya.

Menurut Ahmadi, kinerja Satpol-PP Sumenep tidak menggambarkan urgensi dan keseriusan dalam menegakkan aturan cukai.

“Kinerja Satpol-PP ini layaknya petugas yang kehilangan arah. Anggaran mengalir, tapi pengawasan tidak terasa. Seolah-olah DBHCHT hanya lewat tanpa hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” kritik Ahmadi.

Ia menyebut bahwa peredaran rokok ilegal yang semakin terbuka bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menyakiti pelaku usaha legal yang selama ini patuh aturan.

“Jika rokok ilegal bisa beredar sebebas ini, berarti ada masalah serius dalam manajemen pengawasan. Pelaku usaha legal dirugikan, sementara masyarakat dibiarkan melihat hukum seperti tidak punya gigi,” tegasnya.

Ahmadi meminta Satpol PP transparan dalam penggunaan anggaran DBHCHT serta melakukan langkah nyata yang benar-benar menyentuh akar persoalan, bukan sekadar rutinitas formalitas tahunan.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP Kabupaten Sumenep saat dikonfirmasi terkait maraknya peredaran rokok ilegal dan penggunaan anggaran DBHCHT yang dialokasikan kepada instansinya, tidak memberikan respons.
Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (25/11/2025) tidak dijawab hingga berita ini dipublikasikan.

Pertanyaan yang disampaikan redaksi sebelumnya mencakup langkah penindakan Satpol-PP terhadap peredaran rokok ilegal yang semakin terbuka di wilayah Sumenep, serta transparansi penggunaan anggaran DBHCHT yang tahun ini mencapai lebih dari Rp 400 juta.

Hingga kini, pihak Satpol-PP Sumenep belum memberikan keterangan resmi atas isu tersebut. Redaksi tetap menunggu penjelasan untuk memastikan pemberitaan tetap berimbang dan objektif.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

ALARM Murka! Program Makanan Bergizi Gratis di Sumenep Diduga Dikorupsi
Prestasi dan Dedikasi Hantarkan AKBP Jazuli Dani Iriawan ke Jabatan Strategis Polda Jatim
Kesuksesan yang Menginspirasi, CV Ayunda Pamekasan Kembali Berangkatkan 20 Jamaah Umroh Gratis bagi Karyawan dan Tokoh Masyarakat
Program Pencak Silat SDN Panaongan III Sumenep Resmi Dibuka, Hobi Jadi Prestasi
Harmoni Kekeluargaan dan Sinergi Jurnalis, JSI-AJS Sambut Tahun Baru 2026 dengan Bakar Ikan
Semangat Berbagi di Akhir Tahun: PT Bawang Mas Group dan nusainsider.com Hadir untuk Masyarakat
Sumenep Makmur Hadirkan Dukungan Nyata, Pelaku UMKM Terima Bantuan Rombong dari BAZNAS
Inovasi Pertanian Muda: Petani Milenial Sumenep Tanam Jagung Hibrida di Torbang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:59 WIB

ALARM Murka! Program Makanan Bergizi Gratis di Sumenep Diduga Dikorupsi

Senin, 12 Januari 2026 - 20:17 WIB

Prestasi dan Dedikasi Hantarkan AKBP Jazuli Dani Iriawan ke Jabatan Strategis Polda Jatim

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:24 WIB

Program Pencak Silat SDN Panaongan III Sumenep Resmi Dibuka, Hobi Jadi Prestasi

Kamis, 1 Januari 2026 - 01:51 WIB

Harmoni Kekeluargaan dan Sinergi Jurnalis, JSI-AJS Sambut Tahun Baru 2026 dengan Bakar Ikan

Kamis, 1 Januari 2026 - 01:27 WIB

Semangat Berbagi di Akhir Tahun: PT Bawang Mas Group dan nusainsider.com Hadir untuk Masyarakat

Berita Terbaru

Pemerintahan

Birokrasi Sumenep Siap Menyambut Sekda Baru

Selasa, 13 Jan 2026 - 09:06 WIB