Dana Publikasi DPRD Sumenep Berbasis E-Katalog Disorot, Pemilik Media Pertanyakan Keadilan Pembagian Order

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Pengelolaan anggaran dana publikasi berbasis e-Katalog di Sekretariat DPRD Kabupaten Sumenep menuai sorotan tajam serta menjadi perbincangan hangat di kalangan jurnalis dan pemilik media lokal. Pasalnya, pembagian nilai order pengadaan barang dan jasa untuk publikasi media dinilai tidak merata dan memicu rasa ketidakadilan.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, nilai order publikasi yang dialokasikan kepada tiap media menunjukkan ketimpangan yang signifikan, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp2 juta. Perbedaan angka yang mencolok ini dinilai tidak memiliki kriteria yang jelas, sehingga memicu polemik di kalangan insan pers.

​Saat dikonfirmasi oleh awak media koranpublik.id pada Senin (24/08/2026), Sekretaris DPRD Kabupaten Sumenep, Yanuar, menyatakan bahwa kendala utama pengelolaan anggaran saat ini adalah keterbatasan dana akibat defisit.

​”Kami mengalami defisit anggaran. Jadi, untuk rekan-rekan media mohon bersabar,” ungkap Yanuar saat dikonfirmasi pada Senin, 24/08/2026.

​Namun, dalih defisit anggaran tersebut langsung mendapat sanggahan keras dari para pemilik media di Sumenep. Salah satu kritik tajam disampaikan oleh Pemimpin Media Nusainsider.com, Thoifur Ali Wafa.

​Thoifur menegaskan bahwa isu utamanya bukan sekadar soal defisit, melainkan azas keadilan dan transparansi dalam pembagian alokasi anggaran antar-media.

​”Defisit boleh saja terjadi. Namun yang menjadi sorotan utama adalah perbedaan angka orderan antara pemilik media satu dengan lainnya yang memunculkan kecemburuan,” ujar Thoifur.

​Ia menambahkan, ketimpangan alokasi tersebut sangat kentara ketika ada media yang mendapatkan porsi anggaran cukup besar, sementara yang lain hanya menerima porsi minim.

​”Bahkan, ada beberapa media yang di-order oleh DPRD dengan nominal lumayan besar, yakni menyentuh angka Rp2 juta. Sedangkan media lain hanya mendapat orderan Rp500 ribu. Seharusnya, DPRD Sumenep bersikap adil agar tidak menimbulkan kehebohan antar pemilik media,” tegasnya.

​Para pelaku media di Kabupaten Sumenep berharap Sekretariat DPRD dapat merumuskan formulasi serta kemitraan berbasis e-Katalog yang lebih transparan, rasional, dan proporsional guna mengikis ketimpangan serta merawat iklim kemitraan pers yang kondusif.(Ady/Red).

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momentum Kemedekaan, Disbudporapar Sumenep: Sepeda Hias Bukan Sekadar Ajang Festival Tahunan
Disbudporapar Sumenep Gandeng Biro Travel Perluas Pemasaran Kunjungan Wisata dan UMKM
Momentum Kemerdekaan, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Semangat Kebersamaan Lewat JJS
Bapenda Sumenep Gencar Sosialisasikan Layanan Wajib Pajak Berbasis Digital Tahun 2027
Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
Semarakkan HUT ke-81 RI, Dinas PUTR Kabupaten Sumenep Gelar Gebyar Karaoke 2026
Bupati Fauzi Serahkan Bendera Merah Putih Kepada ASN Jelang HUT Kemerdekaan ke-81 RI
Terus Perkuat Pelayanan, Poli Urologi RSUDMA Sumenep Kini Sudah Bisa BPJS Kesehatan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Dana Publikasi DPRD Sumenep Berbasis E-Katalog Disorot, Pemilik Media Pertanyakan Keadilan Pembagian Order

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Momentum Kemedekaan, Disbudporapar Sumenep: Sepeda Hias Bukan Sekadar Ajang Festival Tahunan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Disbudporapar Sumenep Gandeng Biro Travel Perluas Pemasaran Kunjungan Wisata dan UMKM

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Momentum Kemerdekaan, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Semangat Kebersamaan Lewat JJS

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Bapenda Sumenep Gencar Sosialisasikan Layanan Wajib Pajak Berbasis Digital Tahun 2027

Berita Terbaru