Sumenep, Koranpublik.id – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kalianget resmi dihentikan sementara akibat ancaman gelombang tinggi dan angin kencang.
Cuaca ekstrim di perairan wilayah Jawa Timur, khususnya Sumenep memaksa otoritas pelabuhan mengambil langkah tegas.
Keputusan ini diambil menyusul rilis peringatan dini dari BMKG yang menunjukkan kondisi perairan sudah masuk dalam zona bahaya bagi pelayaran rakyat maupun komersial.
” Ini semua demi keselamatan bersama, aktivitas penyeberangan sementara kami tunda hingga tanggal 16 Januari, sambil menunggu pembaruan data dari BMKG. Kami meminta masyarakat yang hendak menyeberang untuk bersabar,” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan penumpang adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar. Berdasarkan pantauan terkini, tinggi gelombang di sejumlah titik krusial mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
Penundaan ini berdampak luas pada seluruh rute, mulai dari wilayah kepulauan domestik Sumenep, hingga jalur lintas provinsi menuju Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
KSOP Kalianget telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor AL.201/4/19/KSOP.Klg/2026. Surat ini menjadi payung hukum untuk membekukan sementara izin gerak kapal di wilayah-wilayah rawan, di antaranya: Perairan Kepulauan Masalembu, Perairan Kepulauan Kangean, Perairan Kepulauan Sapudi, Perairan Sumenep Bagian Utara.
Meskipun prediksi awal BMKG memperkirakan cuaca ekstrem terjadi pada 10-13 Januari, kenyataan di lapangan menunjukkan hingga hari ini, 15 Januari, kondisi laut masih belum menunjukkan tanda-tanda adanya perubahan akan mereda.
Tak hanya menghentikan pelayaran sementara, KSOP Pelabuhan Kalianget Azwar Anas, juga memberikan instruksi khusus kepada para pemilik kapal dan nakhoda untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di tengah laut.
”Kami mengimbau operator dan nakhoda rutin memantau kanal resmi BMKG. Jika di tengah perjalanan terjadi perubahan cuaca secara mendadak dan ekstrem, nakhoda wajib segera melapor ke syahbandar terdekat,” pungkasnya.
KSOP Pelabuhan Kalianget hingga saat ini terus berkordinasi dengan Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya untuk menentukan kapan jalur laut aman untuk dibuka kembali dalam melaksanakan pelayaran. (Tim)






