Bupati Fauzi Tekankan ASN Gunakan Peci Perkuat Nasionalisme Momentum Bulan Bung Karno

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, manfaatkan peringatan Bulan Bung Karno sepanjang Juni 2026 sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan badan usaha milik daerah (BUMD).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mewajibkan seluruh ASN dan pegawai BUMD mengenakan peci nasional selama bulan Juni. Kebijakan tersebut menjadi simbol penghormatan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, sekaligus upaya menumbuhkan semangat kebangsaan di lingkungan birokrasi.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Bulan Bung Karno tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme yang diwariskan oleh sang proklamator.

“Bulan Juni memiliki makna historis yang sangat kuat bagi bangsa Indonesia. Di bulan ini lahir Bung Karno, lahir Pancasila, dan juga menjadi bulan wafatnya Bung Karno. Karena itu, kami ingin menjadikannya sebagai momentum refleksi kebangsaan,” kata Fauzi.

Secara historis, bulan Juni memang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan hidup dan pemikiran Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian dikenal sebagai tonggak lahirnya Pancasila. Sementara itu, Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat pada 21 Juni 1970.

Menurut dia, peci nasional dipilih karena memiliki nilai simbolis yang kuat dalam sejarah perjuangan bangsa. Selain menjadi bagian dari identitas nasional, peci juga lekat dengan sosok Bung Karno dalam berbagai momentum perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Melalui Bulan Bung Karno ini, kami mengajak ASN dan karyawan BUMD tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneladani semangat perjuangan, keberanian, serta pengabdian Bung Karno kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Pemkab Sumenep menegaskan bahwa kewajiban mengenakan peci nasional selama Juni bukan sekadar persoalan atribut atau penampilan semata.

Fauzi menilai simbol kebangsaan harus diwujudkan dalam sikap dan etos kerja aparatur pemerintah, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno, seperti disiplin, integritas, keberanian mengambil keputusan, serta keberpihakan kepada rakyat, harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Yang terpenting bukan hanya memakai pecinya, tetapi bagaimana semangat yang terkandung di dalamnya hadir dalam cara ASN bekerja dan melayani masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Fauzi berharap peringatan Bulan Bung Karno dapat menjadi pengingat bahwa pelayanan publik merupakan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, Pemkab Sumenep memandang penguatan identitas kebangsaan sebagai kebutuhan yang tidak kalah penting dibanding pembangunan fisik.

Ia menilai simbol-simbol nasional seperti peci, Pancasila, dan nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa memiliki peran strategis dalam menjaga karakter kebangsaan di tengah perubahan zaman.

Penggunaan peci nasional selama bulan Juni juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda aparatur pemerintahan.

Melalui peringatan Bulan Bung Karno, Pemkab Sumenep berupaya memastikan bahwa semangat nasionalisme tidak berhenti sebagai narasi sejarah, melainkan menjadi nilai yang hidup dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Kami berharap, semangat itu tercermin dalam loyalitas, dedikasi, dan komitmen ASN untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.

Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin menjadikan Bulan Bung Karno bukan hanya sebagai agenda mengenang tokoh bangsa, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter kebangsaan dan profesionalisme aparatur di lingkungan birokrasi daerah.

Penulis Hairul

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ngaji Jurnalistik Lensa Madura Dorong Santri dan Mahasiswa Giat Menulis
Dorong Kebutuhan di Kawasan APHT, Diskop UKM Perindag Gelontorkan DBHCHT Tahun 2026
Diskop UKM Perindag Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM
Lolos Seleksi Kabupaten, Dua Pasang Sapi Milik H Udik DRT Dipersiapkan Juara di Piala Presiden 2026
Dorong Produktivitas Padi, DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air di Sawah Tadah Hujan
FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS Perkuat Kompetensi Krisis Komunikasi Mahasiswa
BPRS Bhakti Sumekar Wujudkan Pengembangan UMKM Lewat Layanan Biaya Berani Mekar
Membanggakan! BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan Bergengsi Sharia Award 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Ngaji Jurnalistik Lensa Madura Dorong Santri dan Mahasiswa Giat Menulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dorong Kebutuhan di Kawasan APHT, Diskop UKM Perindag Gelontorkan DBHCHT Tahun 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Diskop UKM Perindag Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Lolos Seleksi Kabupaten, Dua Pasang Sapi Milik H Udik DRT Dipersiapkan Juara di Piala Presiden 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Dorong Produktivitas Padi, DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air di Sawah Tadah Hujan

Berita Terbaru