SUMENEP – Kerapan sapi milik H Syafwan Wahyudi atau yang akrab disapa H Udik dinyatakan lolos seleksi mewakili Kabupaten Sumenep menuju Piala Presiden yang akan dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026 mendatang di Bangkalan.
Dua pasang sapi andalannya, yakni DRT Melindos dan DRT Exclusive dipastikan lolos seleksi setelah mengalahkan beberapa sapi lainnya di tingkat Kabupaten Sumenep.
Menuju Piala Presiden 2026, kini H Udik mulai memaksimalkan persiapannya untuk menghadapi persaingan para peserta kerapan sapi dari berbagai daerah di Madura.
DRT Melindos mengamankan tiket setelah meraih juara III golongan bawah. Sementara itu, DRT Exclusive tampil sebagai juara I golongan atas dalam seleksi tingkat kabupaten tersebut.
Hasil itu menjadi modal bagi H Udik untuk mengantarkan kedua pasang sapi andalannya bersaing di ajang bergengsi tersebut. Ia mengaku optimistis, tetapi menyadari persaingan untuk merebut gelar juara tidak akan mudah.
“Persiapan terus kami maksimalkan. Target kami tentu ingin juara,” kata H Udik, yang juga menjabat Ketua Pakar Sakera Sumenep.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Piala Presiden bukan semata-mata soal prestasi pemilik atau tim. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk membawa nama Kabupaten Sumenep sekaligus mengharumkan tradisi kerapan sapi yang menjadi kebanggaan masyarakat Madura.
H Udik mengakui, sudah cukup lama Sumenep tidak meraih gelar juara Piala Presiden Kerapan Sapi. Kondisi tersebut menjadi motivasi tambahan bagi dirinya dan tim untuk mempersiapkan DRT Melindos serta DRT Exclusive secara maksimal.
“Sumenep memang sudah lama tidak juara Piala Presiden. Semoga tim kami bisa meraih juara nantinya,” ujarnya.
Dengan mengandalkan dua pasang sapi tersebut, H Udik berharap Sumenep mampu mengakhiri penantian gelar juara pada kompetisi tahun ini. Ia juga berharap perjuangan timnya dapat menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep.
“Bagi kami, kemenangan di Piala Presiden nanti bukan hanya menjadi kebanggaan tim, melainkan juga kebanggaan masyarakat Sumenep,” tukasnya.
Momen seperti ini sekaligus menjadi wadah untuk kembali menegaskan bahwa daya saing daerah dalam tradisi kerapan sapi di Madura khususnya Sumenep terus berkembang.






