Bupati Fauzi Tegaskan Tidak Ada Rencana Merumahkan PPPK Meski Alami Defisit Anggaran

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberi peringatan serius kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera memaksimalkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah itu dinilai krusial untuk menjaga stabilitas fiskal daerah di tengah membengkaknya belanja pegawai dalam APBD Kabupaten Sumenep.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya beban anggaran daerah setelah gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibebankan ke APBD. Kondisi itu membuat porsi belanja pegawai melampaui ambang batas ideal.

“Secara aturan, belanja pegawai sebenarnya bisa di bawah 30 persen jika gaji PPPK tidak dimasukkan. Namun sekarang PPPK digaji daerah, sehingga naik menjadi sekitar 37 persen, ditambah BLUD yang juga harus ditanggung,” ujar Fauzi, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, situasi tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah karena ruang fiskal untuk pembangunan berpotensi semakin sempit jika PAD tidak ditingkatkan secara signifikan.

Untuk itu, ia meminta seluruh OPD tidak lagi bekerja secara biasa-biasa saja dan mulai fokus menggali seluruh potensi pendapatan daerah, mulai dari sektor pajak, retribusi, hingga optimalisasi aset daerah.

“Solusinya satu, semua OPD harus bekerja maksimal dan optimis untuk meningkatkan PAD,” tegasnya.

Fauzi menilai peningkatan PAD menjadi satu-satunya cara realistis untuk menjaga kesehatan fiskal daerah tanpa mengorbankan pelayanan publik maupun program pembangunan strategis di Sumenep.

Dari itu, Pemkab Sumenep tetap berkomitmen menjaga keberlangsungan tenaga PPPK yang telah direkrut. Namun demikian, ia memberi sinyal evaluasi ketat terhadap kinerja pegawai, baik PPPK maupun aparatur sipil negara lainnya.

“Jangan berpikir untuk merumahkan PPPK meski mengalami tekanan anggaran. Tetapi kalau kinerja tidak maksimal, bukan hanya PPPK, TPP juga bisa kita evaluasi,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bahwa efisiensi anggaran dan peningkatan produktivitas aparatur kini menjadi fokus utama Pemkab Sumenep di tengah tekanan fiskal daerah.

Dengan meningkatnya belanja pegawai hingga 37 persen, pemerintah daerah dituntut mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan birokrasi dan keberlanjutan pembangunan daerah agar APBD tetap sehat dan produktif. (Ady/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ngaji Jurnalistik Lensa Madura Dorong Santri dan Mahasiswa Giat Menulis
Dorong Kebutuhan di Kawasan APHT, Diskop UKM Perindag Gelontorkan DBHCHT Tahun 2026
Diskop UKM Perindag Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM
Lolos Seleksi Kabupaten, Dua Pasang Sapi Milik H Udik DRT Dipersiapkan Juara di Piala Presiden 2026
Dorong Produktivitas Padi, DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air di Sawah Tadah Hujan
FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS Perkuat Kompetensi Krisis Komunikasi Mahasiswa
BPRS Bhakti Sumekar Wujudkan Pengembangan UMKM Lewat Layanan Biaya Berani Mekar
Membanggakan! BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan Bergengsi Sharia Award 2026
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Ngaji Jurnalistik Lensa Madura Dorong Santri dan Mahasiswa Giat Menulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dorong Kebutuhan di Kawasan APHT, Diskop UKM Perindag Gelontorkan DBHCHT Tahun 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Diskop UKM Perindag Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Lolos Seleksi Kabupaten, Dua Pasang Sapi Milik H Udik DRT Dipersiapkan Juara di Piala Presiden 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Dorong Produktivitas Padi, DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air di Sawah Tadah Hujan

Berita Terbaru