SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menggelar perhelatan budaya tahunan bertajuk Madura Culture Fest #4 yang digelar di stadion GOR A Yani panglegur.
Serangkaian acara Madura Culture Fest #4 tersebut akan diisi beberapa kegiatan bernuansa islami yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026 malam
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan, gelaran ini menjadi bagian dari upaya merawat kearifan lokal sekaligus mendongkrak pariwisata daerah yang siap menyuguhkan serangkaian penampilan memukau untuk memikat perhatian para pengunjung.
Menurutnya, salah satu yang menjadi sorotan utama dalam rangkaian Madura Culture Fest 4 tahun ini adalah hadirnya seni pertunjukan lomba Hadrah.
“Penampilan bernuansa islami ini dihadirkan secara khusus untuk melengkapi keberagaman atraksi budaya yang disuguhkan kepada masyarakat,” kata Bupati Fauzi.
Dalam sambutannya, Bupati Fauzi berharap bahwa kehadiran seni Hadrah mempertegas karakter masyarakat Sumenep dan Madura pada umumnya yang kental dengan nilai-nilai keislaman serta kebudayaan lokal.
“Pertunjukan Hadrah ini menjadi sarana mengapresiasi para seniman dan grup musik islami lokal agar terus berkembang di era modern,” ujarnya.
Untuk itu, Bupati Fauzi menegaskan bahwa perpaduan pertunjukan musik tradisional, seni tari, hingga penampilan religi diharapkan mampu menyedot antusiasme wisatawan domestik maupun mancanegara.
Festival lomba Hadrah klasik kali ini akan disuguhkan langsung oleh 6 besar finalis diantaranya, Sirajum Munir (Ganding), Muta’alimin (Kalianget), Nurul Jadid (Gapura), Darus Sa’adah (Lenteng), dan Jamiyatul Islamiyah (Batang-Batang).
Melalui kemasan acara yang variatif ini, Pemkab Sumenep optimistis Madura Culture Fest 4 tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM dan sektor pariwisata daerah.






