SUMENEP — Gelaran Madura Culture Festival 4 resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep di Stadion GOR A. Yani, Panglegur. Event yang berlangsung selama 10 hari ini sukses mencuri perhatian ribuan masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah melalui beragam seni, budaya, dan pameran kreatif.
Di antara jajaran stan yang memadati arena festival, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang paling menyedot perhatian. Berbeda dari stan lainnya, DLH tampil unik dengan mengusung tema “Daur Ulang Sampah dan Upcycle”.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni, menegaskan bahwa keikutsertaan DLH dalam festival ini bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan wujud nyata komitmen Pemkab Sumenep dalam menjaga kelestarian lingkungan.
”Pertama, kita tentunya komitmen untuk terus menjaga lingkungan. Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya mengelola sampah dan mengubahnya hingga memiliki nilai ekonomi,” ujar Anwar Syahroni.
Dalam pameran kali ini, DLH menyulap barang bekas menjadi dekorasi dan kerajinan bernilai tinggi. Hampir seluruh ornamen stan memanfaatkan bahan bekas yang dirancang secara kreatif.
”Kali ini DLH secara keseluruhan konsepnya adalah daur ulang semua. Seperti yang kita lihat, ada dari botol-botol bekas, bekas packing kayu, hingga karton bekas. Kita pergunakan semaksimal mungkin untuk memberikan edukasi bahwa dari sampah ini bisa menghasilkan sesuatu—nilai ekonominya dapat, nilai seninya juga dapat, sehingga tetap menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Tidak hanya fokus itu, DLH juga mengimbau kepada seluruh OPD untuk selalu menjaga keasrian lingkungan dan menyediakan tempat sampah di setiap stan masing-masing.
“Kebersihan lingkungan stadion bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggungjawab kita bersama. Kami sudah mempersiapkan para petugas kebersihan yang berjaga dan mengimbau kepada para pengunjung untuk selalu menjaga keasrian selama festival berlangsung,” ungkap Syahroni kepada media disela kegiatan berlangsung.
Melalui keikutsertaan pada Madura Culture Festival 4 ini, DLH berharap edukasi pengelolaan sampah dapat menjangkau masyarakat luas secara menyenangkan dan inspiratif.
”DLH berharap, dengan pameran ini kita semua—masyarakat bersama pemerintah—bisa terus meningkatkan kesadaran dalam mencintai lingkungan, menempatkan sampah pada tempatnya, serta terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kita,” tutupnya. (Ady/Red).






