Atasi Masalah Sampah, DLH Sumenep Hadirkan Terobosan Transformasi Open Dumping ke RDF

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep kini meluncurkan terobosan baru dengan mentransformasi sistem pembuangan terbuka (open dumping) menjadi teknologi pengolahan sampah modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF). Rabu, 10/06/2026.

​Langkah inovatif ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan Sumenep yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman kelebihan muatan (overload) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala DLH Kabupaten Sumenep Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan bahwa TPA saat ini tidak lagi mengarahkan pada pola pembuangan terbuka (Open Dumping), melainkan bertransformasi menuju sistem controlled landfil.

“Sekarang kita sudah menuju ke sistem controlled landfil, jadi tidak lagi pada pola tahapan Open Dumping. Sampah yang masuk dilakukan penilaian terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemadatan dan penimbunan agar pengelolaan lebih tertata dan ramah lingkungan,” Ujarnya. Senin, (08/06).

Ia menegaskan bahwa kesuksesan program ini tidak lepas dari dukungan masyarakat dan sinergi antar-lembaga. Selain mengandalkan teknologi fabrikasi RDF, DLH juga terus menggalakkan edukasi pemilahan sampah dari hulu—yakni dari lingkungan rumah tangga dan tempat usaha.

​”Kami tidak hanya ingin membuang sampah, tetapi mengelolanya menjadi energi yang bermanfaat. Transformasi dari open dumping ke RDF ini adalah lompatan besar bagi Sumenep menuju kota yang sustainable (berkelanjutan),” ungkapnya.

DLH Kabupaten Sumenep akan terus berkomitmen menghadirkan solusi konkret dalam pengelolaan lingkungan dalam menghadapi tantangan meningkatnya volume sampah yang terus meningkat.

​Dengan adanya terobosan ini, Kabupaten Sumenep diharapkan menjadi salah satu daerah pelopor pengelolaan sampah berbasis green energy di Jawa Timur, sekaligus membuktikan bahwa sampah bukanlah masalah, melainkan sumber daya baru yang belum tergali.

Penulis: Hairul

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Disbudporapar Sumenep: Madura Culture Festival 2026 Jadi Ruang Ekspresi Pemerintah dan Masyarakat
Sajikan Nuansa Islami, Pemkab Sumenep Hadirkan Seni Hadrah Meriahkan Madura Culture Fest 4
Berikut Daftar Juara Festival Hadrah Klasik Sumenep Piala Bupati Sumenep 2026
DLH Sumenep Tampil Memukau, Barang Bekas Jadi Dekorasi Stan Unik di Madura Culture Festival 4
Momentum Kemedekaan, Disbudporapar Sumenep: Sepeda Hias Bukan Sekadar Ajang Festival Tahunan
Dana Publikasi DPRD Sumenep Berbasis E-Katalog Disorot, Pemilik Media Pertanyakan Keadilan Pembagian Order
Disbudporapar Sumenep Gandeng Biro Travel Perluas Pemasaran Kunjungan Wisata dan UMKM
Momentum Kemerdekaan, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Semangat Kebersamaan Lewat JJS
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Disbudporapar Sumenep: Madura Culture Festival 2026 Jadi Ruang Ekspresi Pemerintah dan Masyarakat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Sajikan Nuansa Islami, Pemkab Sumenep Hadirkan Seni Hadrah Meriahkan Madura Culture Fest 4

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Berikut Daftar Juara Festival Hadrah Klasik Sumenep Piala Bupati Sumenep 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:19 WIB

DLH Sumenep Tampil Memukau, Barang Bekas Jadi Dekorasi Stan Unik di Madura Culture Festival 4

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Momentum Kemedekaan, Disbudporapar Sumenep: Sepeda Hias Bukan Sekadar Ajang Festival Tahunan

Berita Terbaru