Diduga Syarat Korupsi Dalam Pengelolaan Anggaran, PRESMA UNIJA Tegas Soroti BUMD PT WUS

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, koranpublik.id – Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja (PRESMA UNIJA) secara tegas menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) yang dinilai sarat ketidakwajaran dan berpotensi mengarah pada dugaan kuat tindak pidana korupsi serta penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan dana publik. Minggu, 01/02/2026.

Moh Ibnu Al-jazary selaku PRESMA UNIJA mengatakan bahwa pihaknya mengecam keras transparansi pengelolaan dana anggaran yang dikelola oleh PT WUS.

“PT WUS ini BUMD, modalnya uang rakyat. Tapi faktanya setiap tahun justru mencatat kerugian dan penurunan nilai aset. Kalau pola seperti ini terus terjadi tanpa penjelasan terbuka, kami menilai ada indikasi kuat penyimpangan yang tidak bisa lagi dianggap wajar,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan keuangan audited tahun anggaran 2023, penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Sumenep pada PT WUS tercatat sebesar Rp34,39 miliar dengan kepemilikan saham mayoritas 75,30 persen. Namun pada tahun yang sama, PT WUS justru mengalami kerugian sebesar Rp877 juta, kondisi yang dinilai menunjukkan lemahnya tata kelola dan pengawasan terhadap BUMD tersebut .

Alih-alih membaik, kinerja PT WUS pada tahun anggaran 2024 justru semakin memburuk. Nilai ekuitas kembali turun menjadi  Rp33,40 miliar dengan kerugian yang meningkat signifikan hingga Rp1,31 miliar. Ironisnya, pada tahun tersebut PT WUS tidak menyetorkan deviden sama sekali kepada pemerintah daerah sebagai pemegang saham mayoritas .

PRESMA UNIJA juga menilai, kerugian berulang yang terjadi di tubuh BUMD PT WUS bukan lagi sekadar persoalan bisnis biasa.

“Ini bukan perusahaan swasta. Ini BUMD yang seharusnya memberi kontribusi bagi daerah. Kalau justru merugi terus dan tidak ada manfaat bagi daerah, maka patut diduga ada penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaannya,” ujarnya dengan nada keras.

Ia menambahkan, minimnya transparansi dan pertanggungjawaban publik atas kinerja PT WUS berpotensi merugikan keuangan daerah dan mencederai kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar persoalan ini tidak diselesaikan secara internal semata.

“Kami mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas keuangan segera melakukan audit investigatif terhadap PT WUS. Jangan ada pembiaran. BUMD harus bersih, transparan, dan bertanggung jawab,” tandasnya.

PRESMA UNIJA menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan PT WUS sebagai bentuk kontrol sosial dan komitmen menjaga uang rakyat dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Penulis Redaksi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ngaji Jurnalistik Lensa Madura Dorong Santri dan Mahasiswa Giat Menulis
Dorong Kebutuhan di Kawasan APHT, Diskop UKM Perindag Gelontorkan DBHCHT Tahun 2026
Diskop UKM Perindag Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM
Lolos Seleksi Kabupaten, Dua Pasang Sapi Milik H Udik DRT Dipersiapkan Juara di Piala Presiden 2026
Dorong Produktivitas Padi, DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air di Sawah Tadah Hujan
FIKOM Unitomo Gandeng PERHUMAS Perkuat Kompetensi Krisis Komunikasi Mahasiswa
BPRS Bhakti Sumekar Wujudkan Pengembangan UMKM Lewat Layanan Biaya Berani Mekar
Membanggakan! BPRS Bhakti Sumekar Raih Penghargaan Bergengsi Sharia Award 2026
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Ngaji Jurnalistik Lensa Madura Dorong Santri dan Mahasiswa Giat Menulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dorong Kebutuhan di Kawasan APHT, Diskop UKM Perindag Gelontorkan DBHCHT Tahun 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Diskop UKM Perindag Fasilitasi Penerbitan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Lolos Seleksi Kabupaten, Dua Pasang Sapi Milik H Udik DRT Dipersiapkan Juara di Piala Presiden 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Dorong Produktivitas Padi, DKPP Sumenep Perluas Jangkauan Air di Sawah Tadah Hujan

Berita Terbaru