Empat Birokrat Senior Siap Mengisi Kursi Sekda Sumenep, Siapa yang Terpilih ?

Selasa, 20 Januari 2026 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep -Selasa, 20/1/2026- Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep kian menghangat. Di tengah proses seleksi terbuka yang berjalan sesuai koridor hukum dan pengawasan negara, empat nama birokrat senior mulai mencuat sebagai kuda hitam yang dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menduduki jabatan strategis tertinggi di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah.

Keempat figur tersebut adalah Chairul Rasyid selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Abd. Rahman Riadi Kepala Dinas Sosial Sumenep, Moh. Ramli Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Sumenep, serta Moh. Iksan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep.

Pengamat Kebijakan Publik, F. Hasan, menilai keempat pejabat tersebut tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki rekam jejak kepemimpinan lintas sektor yang relevan untuk mengemban amanah sebagai Sekda.

“Jabatan Sekda bukan soal popularitas, tetapi soal kapasitas manajerial, kematangan birokrasi, serta kemampuan mengorkestrasi organisasi pemerintahan yang kompleks. Empat nama ini punya modal itu,” ujar F. Hasan.

Ia menjelaskan, Chairul Rasyid dikenal sebagai birokrat teknokrat yang matang. Sebelum menjabat Kepala DKPP Sumenep, Chairul Rasyid pernah memimpin Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskop UKM dan Perindag) Sumenep. Pengalaman tersebut membentuk pemahamannya yang utuh antara sektor ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan, dua pilar strategis pembangunan daerah.

“Konsistensi Chairul dalam tata kelola birokrasi dan kebijakan sektoral menjadi kekuatan tersendiri. Ia terbiasa bekerja dengan data, perencanaan, dan disiplin organisasi,” jelas Hasan.

Sementara itu, Moh. Ramli disebut sebagai figur birokrat visioner dan progresif. Sebelum memimpin Diskop UKM dan Perindag Sumenep, Ramli sukses menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Di pos tersebut, ia dikenal mampu menggerakkan desa sebagai subjek pembangunan serta mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih partisipatif.

“Pengalaman Ramli di DPMD membuatnya memahami birokrasi dari akar paling bawah. Itu penting bagi seorang Sekda yang harus memastikan kebijakan berjalan sampai tingkat desa,” kata Hasan.

Nama Abd. Rahman Riadi juga dinilai memiliki lintasan karier yang kuat. Sebelum dipercaya memimpin Dinas Sosial Sumenep, Rahman pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Di posisi tersebut, ia dikenal berhasil mempercepat pelayanan perizinan dan memperbaiki iklim investasi daerah.

“Rahman memiliki kombinasi pengalaman ekonomi dan sosial. Itu membuat perspektif kebijakannya seimbang, antara pertumbuhan dan keadilan sosial,” ujar Hasan.

Adapun Moh. Iksan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, disebut sebagai birokrat dengan kemampuan manajerial sumber daya manusia yang kuat. Sebelum menjabat di Disdik, Moh. Iksan sukses memimpin Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, sebuah OPD dengan spektrum kerja luas dan dinamis.

“Mengelola pendidikan membutuhkan kecakapan koordinasi yang tinggi. Pengalaman Iksan di Disbudporapar menunjukkan kemampuannya memimpin sektor strategis yang sarat kepentingan publik,” tambah Hasan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi terbuka Sekda berjalan sesuai peraturan perundang-undangan dan berada di bawah pengawasan penuh Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI. Kepala BKPSDM Sumenep, Ir. Benny Irawan, memastikan proses seleksi dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional.

“Seleksi ini bukan ajang tarik-menarik kepentingan, melainkan mekanisme konstitusional untuk memilih birokrat terbaik bagi daerah,” tegas Benny.

Bagi publik, seleksi Sekda Sumenep menjadi momentum penting untuk menilai keseriusan pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Jabatan Sekda bukan sekadar posisi struktural, melainkan pusat kendali administrasi pemerintahan, penghubung kepala daerah dengan perangkat daerah, serta penentu ritme pelayanan publik.
Empat kuda hitam kini berada di lintasan yang sama.

Siapa yang akhirnya terpilih, waktu dan proses yang sah akan menjawabnya. Namun satu hal yang pasti, kualitas birokrasi Sumenep ke depan akan sangat ditentukan oleh sosok yang lolos dari seleksi ini bukan oleh hiruk-pikuk, melainkan oleh kapasitas dan rekam jejak nyata.

Ilong

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Sumenep Antar Harapan ke Rumah Warga, RTLH Jadi Awal Hidup Bermartabat
Rekom BKN Keluar, Bupati Sumenep Jawab Desakan DPRD Lakukan Mutasi ASN
Swasembada Pangan Dikejar, Gapoktancam Dungkek Optimalkan Pupuk Subsidi dan Irigasi
Birokrasi Sumenep Siap Menyambut Sekda Baru
Gelar Syukuran Akhir Tahun di Pendopo, Bupati Fauzi Serukan Semangat Kolaboratif demi Masa Depan Sumenep
Bappeda Sumenep Dorong Perangkat Daerah Maksimalkan Implementasi SAKIP
DPMD Sumenep Angkat Jempol untuk Festival Pesisir 4 di Giligenting
Air Mata Syukur Mengalir, PPPK Sumenep Sambut SK dari Bupati Fauzi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 23:27 WIB

Empat Birokrat Senior Siap Mengisi Kursi Sekda Sumenep, Siapa yang Terpilih ?

Senin, 19 Januari 2026 - 11:49 WIB

Bupati Sumenep Antar Harapan ke Rumah Warga, RTLH Jadi Awal Hidup Bermartabat

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:41 WIB

Rekom BKN Keluar, Bupati Sumenep Jawab Desakan DPRD Lakukan Mutasi ASN

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:42 WIB

Swasembada Pangan Dikejar, Gapoktancam Dungkek Optimalkan Pupuk Subsidi dan Irigasi

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:06 WIB

Birokrasi Sumenep Siap Menyambut Sekda Baru

Berita Terbaru