Cuaca Ekstrem, KSOP Hentikan Sementara Pelayaran di Pelabuhan Kalianget

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Koranpublik.id – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, menegaskan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kalianget resmi dihentikan sementara akibat ancaman gelombang tinggi dan angin kencang.

Cuaca ekstrim di perairan wilayah Jawa Timur, khususnya Sumenep memaksa otoritas pelabuhan mengambil langkah tegas.

Keputusan ini diambil menyusul rilis peringatan dini dari BMKG yang menunjukkan kondisi perairan sudah masuk dalam zona bahaya bagi pelayaran rakyat maupun komersial.

​” Ini semua demi keselamatan bersama, aktivitas penyeberangan sementara kami tunda hingga tanggal 16 Januari, sambil menunggu pembaruan data dari BMKG. Kami meminta masyarakat yang hendak menyeberang untuk bersabar,” tegasnya.

Menurutnya, keselamatan penumpang adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar. Berdasarkan pantauan terkini, tinggi gelombang di sejumlah titik krusial mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

​Penundaan ini berdampak luas pada seluruh rute, mulai dari wilayah kepulauan domestik Sumenep, hingga jalur lintas provinsi menuju Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

​KSOP Kalianget telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor AL.201/4/19/KSOP.Klg/2026. Surat ini menjadi payung hukum untuk membekukan sementara izin gerak kapal di wilayah-wilayah rawan, di antaranya: ​Perairan Kepulauan Masalembu, Perairan Kepulauan Kangean, ​Perairan Kepulauan Sapudi, ​Perairan Sumenep Bagian Utara.

​Meskipun prediksi awal BMKG memperkirakan cuaca ekstrem terjadi pada 10-13 Januari, kenyataan di lapangan menunjukkan hingga hari ini, 15 Januari, kondisi laut masih belum menunjukkan tanda-tanda adanya perubahan akan mereda.

Tak hanya menghentikan pelayaran sementara, KSOP Pelabuhan Kalianget Azwar Anas, juga memberikan instruksi khusus kepada para pemilik kapal dan nakhoda untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di tengah laut.

​”Kami mengimbau operator dan nakhoda rutin memantau kanal resmi BMKG. Jika di tengah perjalanan terjadi perubahan cuaca secara mendadak dan ekstrem, nakhoda wajib segera melapor ke syahbandar terdekat,” pungkasnya.

KSOP Pelabuhan Kalianget hingga saat ini terus berkordinasi dengan Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya untuk menentukan kapan jalur laut aman untuk dibuka kembali dalam melaksanakan pelayaran. (Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ditengah Kelangkaan Pertalite dan Solar, SPBU Kolor Diduga Melayani Pembelian Jerigen dan Galon
Disbudporapar Sumenep: Madura Culture Festival 2026 Jadi Ruang Ekspresi Pemerintah dan Masyarakat
Sajikan Nuansa Islami, Pemkab Sumenep Hadirkan Seni Hadrah Meriahkan Madura Culture Fest 4
Berikut Daftar Juara Festival Hadrah Klasik Sumenep Piala Bupati Sumenep 2026
DLH Sumenep Tampil Memukau, Barang Bekas Jadi Dekorasi Stan Unik di Madura Culture Festival 4
Momentum Kemedekaan, Disbudporapar Sumenep: Sepeda Hias Bukan Sekadar Ajang Festival Tahunan
Dana Publikasi DPRD Sumenep Berbasis E-Katalog Disorot, Pemilik Media Pertanyakan Keadilan Pembagian Order
Disbudporapar Sumenep Gandeng Biro Travel Perluas Pemasaran Kunjungan Wisata dan UMKM
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:39 WIB

Ditengah Kelangkaan Pertalite dan Solar, SPBU Kolor Diduga Melayani Pembelian Jerigen dan Galon

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Disbudporapar Sumenep: Madura Culture Festival 2026 Jadi Ruang Ekspresi Pemerintah dan Masyarakat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Sajikan Nuansa Islami, Pemkab Sumenep Hadirkan Seni Hadrah Meriahkan Madura Culture Fest 4

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Berikut Daftar Juara Festival Hadrah Klasik Sumenep Piala Bupati Sumenep 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:19 WIB

DLH Sumenep Tampil Memukau, Barang Bekas Jadi Dekorasi Stan Unik di Madura Culture Festival 4

Berita Terbaru