SUMENEP– Dalam rangka memperkuat kesiapan musim tanam padi Tahun 2026 serta mendukung percepatan swasembada pangan nasional, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dungkek menggelar pertemuan rutin Gabungan Kelompok Tani Kecamatan (Gapoktancam), Selasa, 13 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di BPP Kecamatan Dungkek tersebut dihadiri oleh Koordinator Penyuluh (Korluh) Kecamatan Dungkek, Isromi Kurniawan, S.P., para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), seluruh ketua Gapoktan desa, serta kios pupuk se-Kecamatan Dungkek.
Dalam arahannya, Isromi Kurniawan, S.P. menyampaikan sosialisasi E-RDKK pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2026, sekaligus menekankan pentingnya kesiapan kelompok tani dalam proses penebusan pupuk bersubsidi untuk mendukung kelancaran musim tanam padi.
Selain itu, pertemuan juga membahas upaya peningkatan indeks pertanaman (IP) padi hingga IP 200–300, dengan target perluasan areal tanam seluas 150 hektare melalui pemanfaatan irigasi perpompaan (irpom) dan optimalisasi lahan (oplah) di wilayah Kecamatan Dungkek.
Materi strategis lainnya meliputi inovasi dan penerapan teknologi pertanian, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman, sebagai bagian dari langkah terpadu dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mensukseskan program swasembada pangan nasional sebesar 1 juta ton.
Dalam kesempatan tersebut, Isromi Kurniawan juga menyoroti potensi unggulan wilayah Dungkek di sektor perkebunan.
“Potensi pertanian di Kecamatan Dungkek tidak hanya bertumpu pada tanaman pangan, tetapi juga pada sektor perkebunan. Salah satu komoditas unggulan yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan adalah tanaman kelapa,” ujar Romi
Di tempat terpisah, Dewo Riggih, S.P., M.M., Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Sumenep menyampaikan bahwa sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025, dalam rangka percepatan Swasembada Pangan Nasional, keterlibatan penyuluh pertanian menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung dan mempercepat pencapaian target tersebut.
“Sebagai bentuk penguatan kelembagaan dan percepatan pencapaian swasembada pangan, sebanyak sekitar 38.000 penyuluh pertanian se-Indonesia saat ini ditarik ke pusat dan menjadi pegawai Kementerian Pertanian di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP),” ujar Dewo.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif penyuluh pertanian sangat dibutuhkan dalam mendampingi petani, mulai dari perencanaan tanam, penerapan teknologi pertanian, hingga peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan program.
“Dengan pendampingan yang konsisten dan komitmen bersama, kami optimistis Kecamatan Dungkek mampu berkontribusi nyata dalam mendukung target swasembada pangan nasional,” pungkas Dewo.
Ilong






