PAMEKASAN – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, masih ada teladan yang menyejukkan hati: kepedulian, gotong royong, dan rasa kemanusiaan yang tulus. Pemandangan itu tergambar nyata dalam peresmian program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Mandiri, hasil sinergi antara Kodim 0826/Pamekasan dan CV Ayunda Permata Sejahtera, yang digelar penuh makna pada momentum Jumat Berkah (7/11/2025) di Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Peresmian ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, melainkan simbol kolaborasi mulia antara TNI dan dunia usaha lokal untuk mengangkat harkat masyarakat kecil. Hadir dalam kegiatan ini Dandim 0826 Pamekasan, Lurah Lawangan Daya, Danramil Pademawu, serta para tokoh masyarakat yang turut memberikan doa dan dukungan.

Rumah milik Suhartini (73), seorang janda tua sebatang kara, kini berdiri megah dan layak huni. Dulunya hampir roboh, kini menjadi tempat baru yang penuh harapan. Air mata bahagia mengalir saat ia menerima kunci rumah barunya simbol bahwa kasih dan kepedulian masih hidup di bumi Madura.
Dalam sambutannya, Dandim 0826 Pamekasan menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga ikut hadir di tengah rakyat, membantu, dan memberi solusi. Kami mengapresiasi langkah luar biasa CV Ayunda Permata Sejahtera yang selalu konsisten menebar manfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, H. Bambang Budianto, Owner CV Ayunda Permata Sejahtera, menuturkan bahwa keberkahan usaha tidak diukur dari seberapa besar laba, tetapi dari seberapa banyak manfaat yang bisa dibagikan kepada sesama.
“Kami ingin perusahaan ini menjadi ladang amal. Rezeki yang kami terima adalah titipan dari Allah, dan sebagian di antaranya wajib kembali kepada masyarakat,” ujarnya rendah hati.
Kegiatan ini juga menjadi lanjutan dari berbagai aksi sosial yang telah dilakukan CV Ayunda Permata Sejahtera.
Beberapa waktu sebelumnya, perusahaan ini telah mendistribusikan 2.000 Mushaf Al-Qur’an hingga ke Kabupaten Sumenep, memberangkatkan 76 karyawan dan tokoh masyarakat untuk umrah, serta rutin mengadakan program santunan yatim piatu dan makan siang gratis bagi warga sekitar.
Tak hanya berfokus pada bisnis tembakau, CV Ayunda Permata Sejahtera berhasil menunjukkan wajah baru dunia usaha lokal: berdaya secara ekonomi, berjiwa sosial, dan berorientasi pada keberkahan. Bahkan, kerja sama terbarunya dengan mitra dari Korea membuktikan bahwa karya anak Madura mampu menembus pasar global tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
“Program ini sederhana, tapi maknanya dalam. Kami ingin membangun bukan hanya rumah, tapi juga membangun harapan, keimanan, dan rasa optimisme bagi rakyat kecil,” tutur H. Bambang lagi.
Peresmian rumah layak huni di Jumat penuh berkah ini pun menjadi penutup yang indah sebuah pesan moral bahwa kekuatan bangsa bukan hanya pada senjata atau ekonomi, melainkan pada jiwa yang saling menolong dan tangan yang mau berbagi.
Kini, rumah Bu Suhartini berdiri sebagai saksi bahwa ketulusan bisa membangun lebih kokoh daripada tembok beton, dan kebaikan yang dilakukan bersama akan selalu meninggalkan jejak yang abadi.






