SUMENEP — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, terus menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Kamis, 06/08/2026.
Proyek pembangunan infrastruktur irigasi yang menyedot anggaran ratusan juta rupiah tersebut dinilai dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.
Berdasarkan data yang dihimpun, program bantuan peningkatan irigasi ini mengucurkan anggaran senilai Rp195 juta. Bantuan tersebut dikelola dan dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kalimook Jaya.
Dengan besaran anggaran tersebut, pengerjaan proyek seharusnya dilakukan secara optimal demi menunjang produktivitas pertanian warga setempat.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan indikasi ketidaksesuaian fisik bangunan. Hasil pemantauan langsung di lokasi proyek mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran pengerjaan konstruksi dasar.
Pekerjaan irigasi tersebut diduga kuat dibangun tanpa adanya galian pondasi dasar. Padahal, sesuai dengan petunjuk teknis dan spesifikasi pekerjaan, pelaksana seharusnya melakukan pengerukan tanah terlebih dahulu sejak awal dengan kedalaman sekitar ±15 cm.
”Dengan anggaran mencapai Rp195 juta, pengerjaan ini terkesan dipaksakan dan diduga menyalahi spesifikasi teknis. Tanpa galian pondasi yang memadai, ketahanan dan kualitas bangunan tentu sangat diragukan,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama para petani penerima manfaat. Bangunan irigasi yang dikerjakan asal-asalan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan berpotensi cepat rusak saat dialiri air secara optimal.
“Kami berharap pada pihak-pihak terkait, mulai dari pendamping program, dinas teknis, hingga aparat pengawas internal maupun penegak hukum, segera turun tangan melakukan verifikasi dan evaluasi ke lapangan guna memastikan transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana P3TGAI di Desa Kalimook,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa maupun ketua kelompok tani P3A Kalimook Jaya belum bisa dikonfirmasi keberadaannya. Namun, redaksi tetap membuka ruang hak jawab dalam menjaga keberimbangan informasi publik. (Ady/Red)






