Sumenep – Semangat kolaborasi antar satuan pendidikan kembali ditunjukkan oleh SDN Lebeng Barat I dan SDN Panaongan III dalam sebuah kegiatan berbagi praktik baik yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas guru dan tenaga kependidikan (Tendik), khususnya dalam menghadapi proses akreditasi sekolah.
Kepala SDN Lebeng Barat I, Alkisnanto, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto, S.Pd, yang dikenal ikonik dengan blangkonnya, untuk hadir dan berbagi pemahaman serta pengalaman.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Agus Sugianto yang telah berbagi ilmu, terutama dalam mempersiapkan bahan akreditasi sekolah, serta memberikan penjelasan tentang pemanfaatan Ruang GTK dan E-Kinerja. Ini sangat membantu seluruh guru dan Tendik kami,” ujar Alkisnanto.
Dalam kegiatan tersebut, Agus Sugianto, S.Pd memberikan materi seputar teknis penyusunan dokumen akreditasi, pemanfaatan platform Ruang GTK, pengelolaan E-Kinerja guru, hingga tata cara pengisian PBS (Profil Belajar Siswa). Seluruh guru dan Tendik SDN Lebeng Barat I tampak antusias mengikuti sesi demi sesi yang berlangsung secara interaktif.
Alkisnanto berharap, apa yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat nyata dan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja guru serta pelayanan pendidikan di SDN Lebeng Barat I.
Sementara itu, Agus Sugianto, S.Pd menyampaikan harapannya agar kolaborasi semacam ini tidak berhenti sampai di sini. Menurutnya, sinergi antar sekolah merupakan kunci penting dalam memajukan dunia pendidikan.
“Semoga kolaborasi ini terus berlanjut ke depannya, demi terciptanya iklim pendidikan yang semakin maju, khususnya di Kecamatan Pasongsongan dan umumnya di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.
Selain menjabat sebagai Kepala SDN Panaongan III, Agus Sugianto juga dikenal sebagai Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan, sehingga perannya dinilai strategis dalam mendorong penguatan jejaring antar kepala sekolah.
Kegiatan kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa berbagi praktik baik antar sekolah tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mampu meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.






