Proyek P3TGAI Desa Kalimook Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Tuai Sorotan Tajam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, terus menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Kamis, 06/08/2026.

Proyek pembangunan infrastruktur irigasi yang menyedot anggaran ratusan juta rupiah tersebut dinilai dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.

​Berdasarkan data yang dihimpun, program bantuan peningkatan irigasi ini mengucurkan anggaran senilai Rp195 juta. Bantuan tersebut dikelola dan dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kalimook Jaya.

Dengan besaran anggaran tersebut, pengerjaan proyek seharusnya dilakukan secara optimal demi menunjang produktivitas pertanian warga setempat.

​Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan indikasi ketidaksesuaian fisik bangunan. Hasil pemantauan langsung di lokasi proyek mengungkapkan adanya dugaan pelanggaran pengerjaan konstruksi dasar.

Pekerjaan irigasi tersebut diduga kuat dibangun tanpa adanya galian pondasi dasar. Padahal, sesuai dengan petunjuk teknis dan spesifikasi pekerjaan, pelaksana seharusnya melakukan pengerukan tanah terlebih dahulu sejak awal dengan kedalaman sekitar ±15 cm.

​”Dengan anggaran mencapai Rp195 juta, pengerjaan ini terkesan dipaksakan dan diduga menyalahi spesifikasi teknis. Tanpa galian pondasi yang memadai, ketahanan dan kualitas bangunan tentu sangat diragukan,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

​Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama para petani penerima manfaat. Bangunan irigasi yang dikerjakan asal-asalan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan berpotensi cepat rusak saat dialiri air secara optimal.

“Kami berharap pada pihak-pihak terkait, mulai dari pendamping program, dinas teknis, hingga aparat pengawas internal maupun penegak hukum, segera turun tangan melakukan verifikasi dan evaluasi ke lapangan guna memastikan transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana P3TGAI di Desa Kalimook,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa maupun ketua kelompok tani P3A Kalimook Jaya belum bisa dikonfirmasi keberadaannya. Namun, redaksi tetap membuka ruang hak jawab dalam menjaga keberimbangan informasi publik. (Ady/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Proyek P3TGAI di 2 Desa Kecamatan Lenteng Terindikasi Penyimpangan, Ketua LSM TRINUSA DPD Jatim Angkat Bicara
BEA Cukai Bersama Lanudal Juanda Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lintas Negara
Dugaan Pindah Lokasi dan Penyimpangan, Proyek P3-TGAI di Lembung Timur Tuai Sorotan
Jadi Penerima Terbanyak, Program P3TGAI di Kecamatan Lenteng Tuai Sorotan Adanya Dugaan Fee Sebesar 25–30 Persen
Diduga Garap Bangunan Lama, Proyek P3TGAI Tahun 2026 di Desa Cangkreng Tuai Sorotan Tajam
DKPP Sumenep Ajak APH dan Petani dalam Perkuat Pengawasan Program Pertanian 2026
Percepat Modernisasi Pertanian, DKPP Sumenep Salurkan 47 Hand Tractor untuk Kelompok Tani
Melalui Kementerian Pertanian, DKPP Sumenep Usulkan Aspirasi Petani Memasuki Musim Tanam
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Proyek P3TGAI Desa Kalimook Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Tuai Sorotan Tajam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Proyek P3TGAI di 2 Desa Kecamatan Lenteng Terindikasi Penyimpangan, Ketua LSM TRINUSA DPD Jatim Angkat Bicara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:31 WIB

BEA Cukai Bersama Lanudal Juanda Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkotika Lintas Negara

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Dugaan Pindah Lokasi dan Penyimpangan, Proyek P3-TGAI di Lembung Timur Tuai Sorotan

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Jadi Penerima Terbanyak, Program P3TGAI di Kecamatan Lenteng Tuai Sorotan Adanya Dugaan Fee Sebesar 25–30 Persen

Berita Terbaru