SUMENEP – Konser Radhiesta Music yang menghadirkan penyanyi jebolan Dangdut Academy 7 (DA7), Valen Akbar, di Lapangan GOR A Yani, Sumenep, Minggu (31/5/2026) malam, berlangsung meriah dan dipadati ribuan penonton.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Penonton dari berbagai daerah memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan Valen Akbar bersama sejumlah artis lainnya yang turut memeriahkan panggung hiburan tersebut.
Namun, di balik meriahnya konser, sejumlah penonton menyoroti adanya perbedaan harga tiket yang beredar di lapangan dibandingkan dengan harga yang sebelumnya dipublikasikan panitia.
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam berbagai materi promosi, harga tiket masuk konser dipatok sebesar Rp80.000 per orang. Akan tetapi, sejumlah penonton mengaku masih menemukan penjualan tiket di area konser dengan harga mencapai Rp85.000 per lembar.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari kalangan pengunjung mengenai mekanisme penjualan tiket yang diterapkan penyelenggara. Sejumlah penonton mempertanyakan alasan adanya selisih harga dari yang sebelumnya diumumkan kepada masyarakat.
“Harga yang kami tahu Rp80 ribu sesuai informasi yang beredar. Namun saat di lokasi masih ada yang menjual Rp85 ribu. Ini yang membuat kami bertanya-tanya,” ujar salah seorang penonton yang enggan disebutkan namanya di lokasi acara.
Sebelumnya, beredar luas dibeberapa sosial media maupun di berbagai group whatsapp bahwa harga tiket masuk Rp80 ribu dapat ditukar dengan satu bungkus rokok.
Selain itu, larangan membawa rokok dengan merek lain saat di pintu masuk juga menuai sorotan tajam dari ribuan pengunjung yang datang dari berbagai pelosok desa maupun kota.
“Kami heran, baru kali ini ada konser dengan syarat penonton tidak boleh membawa rokok dengan merek lain, seolah-olah konser Valen ini fokus mempromosikan dan menjual rokok,” ungkapnya kepada media saat dilokasi.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, panitia Madura Fest belum memberikan penjelasan resmi terkait perbedaan harga tiket dan larangan membawa rokok dengan merek lain yang ditemukan di lapangan.
Meski demikian, konser tetap berlangsung dengan antusiasme tinggi. Ribuan penonton tampak memenuhi kawasan Lapangan GOR A Yani dan menikmati rangkaian hiburan yang disajikan sepanjang malam.
Di sisi lain, Radhiesta Music yang menjadi grup pengiring dalam konser tersebut sebelumnya juga sempat mendapat sorotan dari sebagian penonton pada awal 2026.
Saat itu, sejumlah penonton menilai iringan musik yang dimainkan kurang selaras saat mendampingi beberapa artis, termasuk Valen Akbar dan Mila DA 7.
Beberapa penonton bahkan menilai terdapat ketidaksesuaian iringan musik yang membuat penampilan artis tidak tampil maksimal di atas panggung.
Meski sempat menuai kritik, Radhiesta Music kembali dipercaya untuk mengiringi penampilan para artis ternama dalam konser yang digelar di Sumenep malam itu.
Masyarakat berharap penyelenggaraan konser di Sumenep ke depan lebih transparan, khususnya terkait perbedaan harga tiket dan larangan membawa rokok dengan merek lain agar kegiatan hiburan berlangsung nyaman dan tidak menimbulkan pertanyaan di tengah publik. (Ady/Red)






