KKG Gugus II Pasongsongan Perkuat Pendidikan Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus II Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar kegiatan rutin yang berlangsung di SDN Panaongan III, Kamis 5 Pebruari 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Merajut Inklusifitas, Membangun Sekolah Ramah Anak” dengan fokus utama pada pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Kegiatan KKG kali ini menghadirkan Sariman, S.Pd sebagai pemateri. Dalam paparannya, Sariman menekankan pentingnya pemahaman guru terhadap karakteristik siswa ABK serta strategi pembelajaran yang adaptif dan humanis. Menurutnya, sekolah inklusif bukan hanya tentang menerima siswa difabel, tetapi juga bagaimana guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai perbedaan.

“Setiap anak memiliki potensi yang unik. Tugas guru adalah menemukan cara terbaik agar potensi itu bisa berkembang, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Sariman dalam materinya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengawas Bina, Abu Supyan, M.Pd, yang memberikan penguatan terkait kebijakan dan peran sekolah dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Ia menegaskan bahwa siswa difabel memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa diskriminasi.

“Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik atau mental. Pendidikan adalah hak semua warga negara, termasuk anak-anak difabel,” tegas Abu Supyan.

Sementara itu, Ketua Gugus yang diwakili oleh Sekretaris Gugus, yang juga menjabat sebagai Sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan, mewakili Ketua KKKS Agus Sugianto, menekankan pentingnya profesionalisme guru. Ia mengajak seluruh peserta KKG untuk terus berinovasi dalam pembelajaran agar mampu meningkatkan performa dan kualitas peserta didik.

“Guru harus terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Dengan profesionalisme yang kuat, kita bisa menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi semua murid tanpa terkecuali,” ungkapnya.

Kegiatan KKG Gugus II ini berlangsung dengan penuh antusias. Para guru aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, serta menggali solusi atas tantangan yang dihadapi dalam menangani siswa ABK di sekolah masing-masing. Diharapkan, melalui kegiatan ini, terwujud sekolah-sekolah yang semakin ramah anak dan inklusif di Kecamatan Pasongsongan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Disbudporapar Sumenep: Madura Culture Festival 2026 Jadi Ruang Ekspresi Pemerintah dan Masyarakat
Sajikan Nuansa Islami, Pemkab Sumenep Hadirkan Seni Hadrah Meriahkan Madura Culture Fest 4
Berikut Daftar Juara Festival Hadrah Klasik Sumenep Piala Bupati Sumenep 2026
DLH Sumenep Tampil Memukau, Barang Bekas Jadi Dekorasi Stan Unik di Madura Culture Festival 4
Momentum Kemedekaan, Disbudporapar Sumenep: Sepeda Hias Bukan Sekadar Ajang Festival Tahunan
Dana Publikasi DPRD Sumenep Berbasis E-Katalog Disorot, Pemilik Media Pertanyakan Keadilan Pembagian Order
Disbudporapar Sumenep Gandeng Biro Travel Perluas Pemasaran Kunjungan Wisata dan UMKM
Momentum Kemerdekaan, BPRS Bhakti Sumekar Perkuat Semangat Kebersamaan Lewat JJS
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:18 WIB

Disbudporapar Sumenep: Madura Culture Festival 2026 Jadi Ruang Ekspresi Pemerintah dan Masyarakat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Sajikan Nuansa Islami, Pemkab Sumenep Hadirkan Seni Hadrah Meriahkan Madura Culture Fest 4

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Berikut Daftar Juara Festival Hadrah Klasik Sumenep Piala Bupati Sumenep 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:19 WIB

DLH Sumenep Tampil Memukau, Barang Bekas Jadi Dekorasi Stan Unik di Madura Culture Festival 4

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Momentum Kemedekaan, Disbudporapar Sumenep: Sepeda Hias Bukan Sekadar Ajang Festival Tahunan

Berita Terbaru