BATU — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Kerja (Raker) bertema “Strategi Penguatan Media Siber di Era Disrupsi Teknologi” di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam memperkuat eksistensi dan profesionalisme media siber di tengah pesatnya perubahan teknologi informasi.
Raker diikuti oleh sekitar 60 persen pengurus dan anggota SMSI Kabupaten Sumenep yang terlibat aktif dalam setiap sesi diskusi. Pembahasan difokuskan pada upaya membangun kerja jurnalistik yang sehat, beretika, serta taat pada kaidah hukum pers, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menegaskan bahwa Raker bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk konsolidasi visi dan misi media siber di Sumenep. Menurutnya, media siber harus mampu menjawab tantangan era digital tanpa kehilangan jati diri jurnalistik.
“Saat ini SMSI Kabupaten Sumenep menaungi 18 perusahaan media siber. Ini adalah kekuatan kolektif yang harus diarahkan untuk menyajikan informasi yang berimbang, edukatif, dan berpihak pada kepentingan publik,” ujar Wahyudi di sela kegiatan.
Ia menambahkan, peran media siber tidak hanya dituntut cepat dalam menyajikan berita, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab. Karena itu, penguatan kapasitas perusahaan pers dan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda penting yang dibahas dalam Raker.
Wahyudi juga menegaskan bahwa SMSI bersifat inklusif dan tidak membatasi keanggotaan, sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) SMSI, khususnya Point B Pasal 18. Menurutnya, yang utama adalah kesamaan visi sebagai pemilik perusahaan media yang menjunjung tinggi profesionalisme dan etika jurnalistik.
“Kesamaan visi dan komitmen pada etika pers menjadi kunci. Media yang bergabung harus memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai pilar informasi publik,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi menyambut baik hadirnya organisasi profesi baru di Kabupaten Sumenep yang memiliki orientasi sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia menilai keberadaan organisasi seperti JSI dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem pers yang sehat.
“Kami menyambut baik kehadiran JSI sebagai organisasi profesi baru yang mulai bergerak dengan berbagai program sosial di Sumenep. Kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat peran pers,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, kolaborasi antarmedia dan organisasi profesi menjadi kunci untuk menjaga marwah jurnalistik sekaligus menangkal hoaks dan disinformasi.
“Media siber harus adaptif terhadap teknologi, namun tetap berpegang pada nilai dasar jurnalistik. Profesionalisme, verifikasi, dan keberpihakan pada kepentingan publik adalah fondasi yang tidak boleh ditinggalkan,” tegas Wahyudi.
Melalui Raker ini, SMSI Kabupaten Sumenep berharap dapat melahirkan rekomendasi dan program kerja nyata yang mampu memperkuat posisi media siber sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis dalam mendorong pembangunan daerah.
(MZ Ilong)






