SUMENEP – Organisasi Taruna Muda Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 yang dikemas dalam kegiatan Rokat Kampong, pada Sabtu (17/10/2026) malam.
Kegiatan yang dipusatkan di lapangan setempat itu dimulai pukul 19.30 WIB.
Acara tersebut dihadiri Penjabat (Pj.) Kepala Desa Pamolokan beserta jajaran pemerintah desa, para kiai, alim ulama, sesepuh kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan jamaah.
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Semangat Menuju Kampung yang Rukun, Maju, dan Berbudaya”, kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Lora Ahmad Sa’dud Daroin atau Ra Aak dari Pamekasan.
Ketua pelaksana, Seno, mengatakan Rokat Kampong bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk memperkuat rasa syukur, persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Rokat Kampong merupakan tradisi yang memiliki makna penting bagi masyarakat kita. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan, sekaligus momentum untuk berdoa agar kampung senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, ketenteraman, dan keberkahan serta dijauhkan dari segala musibah,” ujar Seno kepada media.
Menurutnya, tradisi tersebut juga mengajarkan pentingnya kebersamaan dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebab, kata dia, membangun lingkungan yang harmonis tidak cukup hanya mengandalkan kepentingan pribadi, tetapi membutuhkan semangat saling membantu.
Dia menegaskan, pelestarian tradisi harus berjalan seiring dengan perkembangan zaman. Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya sekaligus membawa perubahan positif bagi lingkungan.
“Tradisi yang kita rawat hari ini bukan semata-mata warisan masa lalu, melainkan nilai kehidupan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Masyarakat yang kuat adalah masyarakat yang menghargai sejarah, menjaga budaya, serta tetap terbuka terhadap kemajuan zaman,” jelasnya.
Seno menambahkan, peringatan HUT ke-2 Taruna Muda juga menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen organisasi dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk membangun tanggung jawab, kedisiplinan, persaudaraan, dan pengabdian.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi dan penggerak kegiatan positif di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dia juga menilai peran pemuda tidak dapat dipisahkan dari dukungan berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama, kiai, sesepuh kampung, pemerintah desa, dan seluruh warga.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Taruna Muda, Misda Ifal, berharap organisasinya dapat terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai pihak demi menjaga kerukunan serta mendorong kemajuan Desa Pamolokan.
Ia menekankan pentingnya sikap santun, menjunjung tinggi nilai agama dan budaya, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Kami percaya, kemajuan kampung tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya persaudaraan, terjaganya keamanan, tumbuhnya kepedulian sosial, dan kemampuan masyarakat untuk hidup rukun di tengah berbagai perbedaan,” tandasnya.
Untuk diketahui, acara Rokat Kampong dan HUT Organisasi Taruna Muda ke 2 juga diisi dengan santunan kepada 10 anak yatim dan kaum du’afa yang didukung penuh oleh ZIO Pro Audio Production dari Ujung Pangkah Gresik.(*)






