SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep, melalui program mudik gratis 2026 khususnya bagi warga kepulauan yang hendak pulang ke kampung halaman kembali diberangkatkan dari pelabuhan Kalianget, menjelang hari raya Idulfitri 1446 H.
Berdasarkan data KSOP Kalianget, dari kuota 354 orang, sebanyak 241 penumpang berhasil diberangkatkan, sementara 113 orang tidak dapat naik karena data tidak sesuai dengan identitas KTP.
Untuk gelombang pertama mudik gratis telah dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, dengan menggunakan Kapal DBS III, sedangkan untuk gelombang kedua menggunakan Kapal Bahari Express yang dijadwalkan berangkat pada Kamis, 12 Maret 2026, menuju Kangean.
Program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perhubungan RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemkab Sumenep.
Keberangkatan para pemudik dilepas oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumenep, Abdul Majid, bersama Plt Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain, serta didampingi unsur TNI-Polri dan pihak terkait.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melalui Plt Disperkimhub, Achmad Zulkarnaen, memberikan doa dan harapan bagi seluruh pemudik agar selamat sampai tujuan.
“Kami mendoakan seluruh pemudik sehat, selamat, dan dapat berkumpul dengan keluarga. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kepulauan,” jelasnya.
Plt Disperkimhub menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah, aparat keamanan, dan pihak pelabuhan dapat bekerja sama untuk melayani masyarakat, sekaligus menciptakan perjalanan mudik yang aman, tertib, dan nyaman.
“Program mudik gratis bukan sekadar perjalanan, tetapi juga kesempatan untuk kembali ke kampung halaman, berkumpul dengan keluarga, dan merayakan Lebaran dengan tenang tanpa terbebani biaya transportasi,” tegasnya.
Sementara itu, menurut Abdul Majid, program ini tidak sekadar memberikan transportasi gratis, tetapi juga menunjukkan bahwa perhatian pemerintah nyata kepada masyarakat kepulauan yang membutuhkan akses aman dan nyaman untuk kembali ke rumah selama diperantauan.
Selain memberikan kemudahan transportasi, program ini juga menekankan prinsip keselamatan, ketelitian administrasi, dan koordinasi antarinstansi.
“Setiap penumpang harus terdata lengkap dan sesuai identitas KTP. Ini langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di laut. Yang kami jaga adalah keselamatan masyarakat, agar mereka dapat mudik dengan aman,” ungkapnya.
Selain mudik gratis bagi warga kepulauan, Pemkab Sumenep juga menyediakan mudik gratis lintas darat bagi perantau di Jabodetabek. Keberangkatan rombongan mudik dijadwalkan pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 05.30 WIB, dengan titik kumpul di Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.
Para pemudik melalui jalur darat akan diantar menggunakan armada bus yang telah disiapkan, dengan tujuan akhir Pendopo Keraton Sumenep, dan seluruh fasilitas transportasi disediakan gratis oleh pemerintah kabupaten.
Pimpinan Redaksi






