SURABAYA – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) XLIV Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) yang berlangsung di Gedung Islamic Centre Surabaya diwarnai kericuhan, Minggu (04/10/2026).
Insiden tersebut diduga melibatkan aksi pemukulan oleh salah satu kader PMII Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terhadap kader PMII Universitas Airlangga (Unair), Ahmad Nur Solkin.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian di tengah berlangsungnya forum permusyawaratan organisasi yang seharusnya menjadi ruang demokrasi, adu gagasan, serta pengambilan keputusan secara kolektif bagi kader PMII di Surabaya.
Ahmad Nur Solkin, yang disebut sebagai kader PMII Unair, diduga menjadi korban pemukulan dalam insiden tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, kronologi lengkap kejadian, termasuk pemicu kericuhan dan kondisi terkini korban, masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Insiden kekerasan dalam forum organisasi mahasiswa ini memunculkan pertanyaan mengenai komitmen kader dalam menjaga nilai-nilai pergerakan, solidaritas, serta penyelesaian perbedaan pendapat secara damai.
Konfercab sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat cabang semestinya menjadi ruang untuk memperkuat konsolidasi dan mempererat persaudaraan antarkader, bukan justru diwarnai tindakan yang berpotensi mencederai nilai-nilai organisasi.
Diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk pengurus PC PMII Surabaya serta perwakilan kader dari Unesa dan Unair, untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai insiden tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kericuhan maupun langkah organisasi dalam menyikapi dugaan pemukulan tersebut.
Semua pihak diharapkan dapat menahan diri, mengedepankan penyelesaian secara organisatoris, serta memastikan bahwa setiap dugaan tindakan kekerasan ditangani secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(*)






