Jadi Penerima Terbanyak, Program P3TGAI di Kecamatan Lenteng Tuai Sorotan Adanya Dugaan Fee Sebesar 25–30 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di wilayah Kecamatan Lenteng mendadak jadi perbincangan hangat publik.

Pasalnya, selain mencatatkan diri sebagai kecamatan penerima alokasi program terbanyak dibandingkan wilayah lain, pelaksanaan proyek irigasi ini juga diwarnai isu tak sedap terkait dugaan pemotongan anggaran atau fee. Senin, 03/08/2026.

​Berdasarkan data yang dihimpun, Kecamatan Lenteng mendapatkan jatah sebanyak 26 titik lokasi penerima bantuan P3TGAI yang tersebar di beberapa desa. Banyaknya alokasi lokasi ini semula diharapkan mampu mendongkrak produktivitas pertanian lokal secara signifikan melalui pembenahan saluran irigasi.

​Namun, di tengah tingginya angka penerimaan program tersebut, perhatian publik justru tertuju pada dugaan praktek pemotongan anggaran yang terbilang fantastis.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan adanya indikasi penarikan fee sebesar 25 persen hingga 30 persen dari total nilai anggaran yang dikucurkan.

​Sebagai informasi, setiap lokasi program P3TGAI mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp195 juta. Dengan besaran dana tersebut, pengerjaan proyek ditargetkan menghasilkan saluran irigasi dengan volume panjang sekitar 250 hingga 270 meter.

​”Dengan adanya dugaan pemotongan fee hingga 30 persen, muncul kekhawatiran besar di masyarakat terkait kualitas fisik bangunan irigasi yang dihasilkan. Potongan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah per titik tersebut dikhawatirkan memicu pengurangan spesifikasi material,” ujar salah satu warga lokal yang enggan disebutkan namanya.

​Dugaan penarikan fee dalam skala besar pada 26 titik lokasi ini memicu desakan dari masyarakat agar pihak-pihak terkait, baik tim pendamping maupun aparat penegak hukum, segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi dan pengawasan ketat.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola program maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai mekanisme pengawasan serta tindak lanjut atas beredarnya isu potongan fee yang meresahkan tersebut. (Ady/Red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Jaringan Distribusi, Rokok Makayasa Rambah Pasar Batam dan Kepri ​
DKPP Sumenep Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Teknologi PART
Sekretaris JSI Apresiasi Pahlawan Tak Terlihat di Balik Bersihnya Kota Sumenep
Ditengah Kemeriahan Festival Musik Tongtong 2026, Petugas DLH Bergerak Aktif dalam Menjaga Lingkungan Tetap Bersih
Festival Musik Tongtong 2026 Sukses Digelar, Bupati Fauzi: Kesenian Tradisional Sebagai Warisan Budaya Madura
Ditengah Kelangkaan Pertalite dan Solar, SPBU Kolor Diduga Melayani Pembelian Jerigen dan Galon
Disbudporapar Sumenep: Madura Culture Festival 2026 Jadi Ruang Ekspresi Pemerintah dan Masyarakat
Sajikan Nuansa Islami, Pemkab Sumenep Hadirkan Seni Hadrah Meriahkan Madura Culture Fest 4
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:09 WIB

Perkuat Jaringan Distribusi, Rokok Makayasa Rambah Pasar Batam dan Kepri ​

Rabu, 9 September 2026 - 12:21 WIB

DKPP Sumenep Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian Lewat Teknologi PART

Senin, 7 September 2026 - 08:35 WIB

Sekretaris JSI Apresiasi Pahlawan Tak Terlihat di Balik Bersihnya Kota Sumenep

Minggu, 6 September 2026 - 12:44 WIB

Ditengah Kemeriahan Festival Musik Tongtong 2026, Petugas DLH Bergerak Aktif dalam Menjaga Lingkungan Tetap Bersih

Minggu, 6 September 2026 - 11:49 WIB

Festival Musik Tongtong 2026 Sukses Digelar, Bupati Fauzi: Kesenian Tradisional Sebagai Warisan Budaya Madura

Berita Terbaru