SUMENEP – Menyambut pergantian musim tanam, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mengimbau para petani di wilayahnya untuk mematangkan persiapan lahan serta memperhatikan kualitas bibit yang akan digunakan.
Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan produktivitas pertanian tetap optimal di tengah perubahan kondisi cuaca dan iklim.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa transisi atau pergantian musim tanam merupakan periode krusial. Pada fase ini, keterpilihan jenis komoditas tanam serta kesiapan pola tanam menjadi kunci keberhasilan panen mendatang.
”Memasuki transisi musim tanam, kami meminta para petani untuk cermat melihat pola iklim dan kondisi curah hujan di wilayah masing-masing. Pemilihan varietas benih yang unggul dan tahan terhadap organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sangat disarankan agar produktivitas hasil panen tetap terjaga,” ujarnya, Jumat 16/10/2026.
Selain kesiapan benih dan pengolahan tanah, pihak DKPP juga memastikan ketersediaan alokasi dan penyaluran pupuk bersubsidi bagi para petani yang terdaftar berjalan dengan lancar.
Upaya pendampingan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di tiap-tiap kecamatan juga terus ditingkatkan untuk mengawal proses masa tanam awal.
DKPP Sumenep turut mengimbau para kelompok tani (poktan) agar terus berkonsolidasi dan berkoordinasi dengan petugas penyuluh di lapangan jika menemui kendala teknis, baik terkait irigasi, permodalan, maupun potensi serangan hama.
Dengan persiapan yang matang sejak dini, DKPP Sumenep optimis target ketahanan pangan regional dan mutu komoditas unggulan daerah dapat tercapai secara maksimal pada musim tanam kali ini.
Penulis Redaksi






